KONI Aceh Utara Desak Pj Gubernur Lanjutkan PORA 2022 Sesuai Jadwal

Wakil Ketua Umum KONI Aceh Utara, Alma Fuadi didampingi Zulfikar Ketua Ikasi, Maimun Ketua Ipsi, Junaidi dari cabang panahan serta Sofyan dari cabang wushu, menolak ditunda PORA 2022 dalam konferensi pers dengan awak media di Lhokseumawe, Senin (12/9). AsP

ASPOST.ID- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Utara bersama pengurus cabang olahraga mendesak Pj Gubernur Aceh untuk tidak menunda-nunda Pekan Olahraga Aceh (PORA) pada November 2022. Tentunya, harus dilaksanakan even olahraga yang bergensi tingkat Aceh itu, sesuai dengan jadwal pada November mendatang.

“Jangan karena tidak siap vanue olahraga maka meminta ditunda PORA pada Juni 2023, seperti yang disampaikan oleh Pemkab Pidie di media hari ini. Jadi para atlit yang sudah siap tanding mau dikorbankan dan pastinya KONI Kabupaten/Kota di Aceh sangat kecewa dengan sikap Pemkab Pidie, kalau vaneu tidak siap ada solusinya,”ungkap Wakil Ketua Umum KONI Aceh Utara, Alma Fuadi didampingi Zulfikar Ketua Ikasi, Maimun Ketua Ipsi, Junaidi dari cabang panahan serta Sofyan dari cabang wushu, dalam konferensi pers dengan awak media di Lhokseumawe, Senin (12/9).

Ia mengatakan, saat ini berbagai persiapan atlit sudah disiapkan untuk kembali bertanding dalam even Pekan Olahraga Aceh (PORA) di November 2022, setelah beberapa bulan lalu mengikuti Pra PORA. “Semua biaya untuk persiapan atlit sudah kita keluarkan dan termasuk biaya kelengkapan tanding serta semua sudah siap, tinggal menunggu hari acara PORA saja. Anehnya, dua bulan menjelang PORA, Pemkab Pidie sudah mau batalkan,”katanya.

Menurut dia, jika Pidie tidak siap venue olahraga maka ada Banda Aceh dan Aceh Besar. Hal ini, sama seperti kejadian di Bireuen saat berlangsung Porda Aceh beberapa tahun lalu, karena tidak cukup venue maka atlit bisa bermain di venue olahraga Lhokseumawe, Aceh Utara dan sebagian di Banda Aceh.

“Solusinya, kalau Pidie tidak siap venue maka lebih baik berikan untuk daerah lain yang sudah siap, jangan mengorbakan para atlit yang telah berlatih dan siap untuk tanding,”terangnya, seraya menegaskan, sebagian cabang-cabang olahraga yang tidak siap di Pidie lebih baik diberikan untuk daerah lain yang sudah siap venue, seperti ke Banda Aceh atau Aceh Besar. “Tidak ada istilah tunda PORA, jadi jangan kecewakan KONI Kabupaten/kota di Aceh, kami sepakat dengan KONI Aceh untuk PORA tidak ditunda,”cetusnya.

Sebut Alma Fuadi, seharusnya Pemkab Pidie dapat memanggil KONI Kabupaten/Kota di Aceh terkait persiapan PORA. Karena yang mengikuti PORA adalah KONI Kabupaten/Kota, yang merupakan peserta daripada PORA. “Jauh-jauh hari sudah dipanggil kami dan bukan sekarang, ini kita tunggu-tunggu mereka tidak pernah membuat rapat, kami pikir dari KONI Kabupaten/Kota lancar-lancar saja tidak ada persoalan, tapi tiba-tiba dua bulan menjelang kegiatan PORA sudah minta ditunda oleh Pemkab Pidie,”terangnya.

Selain itu, lanjut dia, awalnya sudah pernah di tunda PORA pada September ini, sehingga akan berlangsung pada November 2022. “Tapi ini mau ditunda lagi ke Juni 2023 untuk kegiatan PORA, dan ini tidak mungkin terjadi karena pada 2024 ada kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON), misalnya pada Juni 2023 diadakan PORA, atlit yang ikut PON nantinya kan hasil daripada PORA, juara-juara di PORA lah akan dipanggil untuk menjadi atlit di PON, sehingga membutuhkan waktu untuk persiapan PON nantinya bagi atlit,”ucapnya, seperti dilansir harianrakyataceh.

Sementara untuk atlit yang sudah siap tanding dari 15 cabang olahraga di KONI Aceh Utara sebanyak 115 orang. (rakyat Aceh/asp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here