ASPOST.ID- Eskalasi konflik geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai memicu kewaspadaan di dalam negeri. Badan Gizi Nasional (BGN) merespons situasi tersebut dengan menyiapkan langkah efisiensi anggaran, khususnya untuk menjaga keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah potensi tekanan ekonomi global.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan penghitungan menyeluruh untuk mengidentifikasi pos anggaran yang dapat dioptimalkan tanpa mengganggu prioritas utama program.
“Kami harus memiliki sense of crisis. Saat ini BGN sedang mengkaji langkah-langkah strategis agar penggunaan anggaran menjadi lebih efisien dan tepat sasaran,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (18/3/2026).
Menurut Dadan, penguatan efektivitas belanja menjadi kunci utama dalam menghadapi ketidakpastian global. BGN akan menekan pengeluaran non-prioritas serta memastikan seluruh alokasi dana digunakan secara akuntabel dan bebas dari potensi penyalahgunaan.
Ia menambahkan, evaluasi menyeluruh juga dilakukan terhadap seluruh rencana kegiatan, dengan fokus pada program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. “Kami mengarahkan kegiatan agar lebih produktif dan berorientasi hasil, sekaligus mengurangi belanja yang tidak mendesak,” tegasnya.
Selain itu, BGN melakukan peninjauan ulang terhadap struktur anggaran guna memastikan kesesuaian antara kebutuhan riil dan kapasitas fiskal yang tersedia. Langkah ini ditempuh agar program tetap berjalan optimal tanpa ketergantungan pada tambahan anggaran baru.
Hingga saat ini, BGN masih dalam tahap finalisasi perhitungan potensi efisiensi. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar implementasi kebijakan penyesuaian anggaran dalam waktu dekat.
Langkah antisipatif ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas fiskal nasional di tengah dinamika global yang berpotensi memengaruhi harga energi, inflasi, serta daya beli masyarakat. (red)

