ASPOST.ID – Pemerintah pusat menyalurkan 2.640 rol mulsa pertanian kepada 64 kelompok tani di Kabupaten Aceh Tengah. Bantuan dari Kementerian Pertanian tersebut diharapkan mampu memperkuat kegiatan budidaya, mendorong produktivitas, sekaligus mempercepat pemulihan usaha tani masyarakat pascabencana.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian di Aceh Tengah yang membutuhkan penguatan sarana produksi agar aktivitas usaha tani dapat terus berjalan dan berkembang.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengatakan bantuan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani sesuai kebutuhan di lapangan. Menurutnya, dukungan pemerintah tidak cukup hanya berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi juga perlu diikuti dengan pemanfaatan yang tepat dan koordinasi berkelanjutan.
“Bantuan ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat untuk membantu petani, terutama dalam pemulihan dan pengembangan usaha pertanian pascabencana,” kata Haili Yoga dalam keterangannya yang diterima aspost.id, Jum’at (9/10).
Saat penyerahan bantuan secara simbolis, Haili Yoga juga meminta kelompok tani menjaga kekompakan dan aktif menyampaikan kebutuhan pertanian yang belum terpenuhi. Aspirasi tersebut, kata dia, akan menjadi bahan koordinasi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat untuk memperluas dukungan bagi petani.
“Kami berharap kelompok tani tetap bersatu dan menyampaikan kebutuhan di lapangan agar dapat kita tindak lanjuti bersama,” ujarnya.
Jagong Jeget Terima Alokasi Terbesar
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah, Iwan Sejahtera, menjelaskan bahwa penetapan penerima bantuan dilakukan berdasarkan usulan calon petani dan calon lokasi (CPCL) yang dihimpun dari kelompok tani di setiap kecamatan.
Data CPCL menjadi dasar dalam menentukan kelompok penerima sekaligus mengatur distribusi bantuan agar sesuai dengan kebutuhan yang telah diusulkan.
Kecamatan Jagong Jeget tercatat sebagai salah satu penerima dengan alokasi terbesar, yakni 1.048 rol mulsa untuk 44 kelompok tani. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya alokasi bantuan yang diarahkan ke wilayah itu dalam program penyaluran kali ini.
Pemerintah daerah berharap bantuan mulsa dapat menunjang kegiatan budidaya dan membantu petani meningkatkan produktivitas. Namun, ketepatan sasaran, kesesuaian dengan kebutuhan riil, serta pemanfaatan bantuan oleh kelompok penerima tetap menjadi aspek penting agar program tersebut memberikan hasil nyata.
Bibit Cabai Menyusul, Kebutuhan Kopi Akan Diusulkan
Selain bantuan mulsa, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah masih mengupayakan dukungan sarana produksi pertanian lainnya. Bantuan bibit cabai dilaporkan masih dalam proses pengiriman, sedangkan kebutuhan bibit kopi dan komoditas lain akan diusulkan berdasarkan kebutuhan petani.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan dukungan pertanian tidak terbatas pada satu jenis sarana produksi, melainkan turut menjawab kebutuhan komoditas yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Haili Yoga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan yang diberikan kepada petani Aceh Tengah. Ia berharap koordinasi antara pemerintah kabupaten dan kementerian terkait terus diperkuat agar kebutuhan petani dapat ditangani secara bertahap.
Sejumlah Alsintan Tiba, Pengawasan Pemanfaatan Perlu Diperkuat
Dalam laporan yang sama, Dinas Pertanian Aceh Tengah menyebutkan sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) telah tiba, termasuk lima unit mesin panen kombinasi (combine harvester) serta sembilan unit alat pertanian lainnya yang dipersiapkan untuk mendukung kegiatan kelompok tani.
Kehadiran alsintan diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja petani, terutama dalam kegiatan panen dan pengelolaan usaha tani. Agar manfaatnya optimal, pengaturan penggunaan, kesiapan operasional, serta perawatan alat perlu diperhatikan sehingga bantuan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Di tengah upaya pemulihan sektor pertanian pasca bencana, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan. Dampaknya terhadap kelangsungan usaha tani, peningkatan produktivitas, dan pemulihan pendapatan petani juga perlu menjadi perhatian.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyatakan akan melanjutkan pendataan dan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan program bantuan pertanian tepat sasaran serta sesuai kebutuhan di setiap kecamatan.(asp)

