ASPOST.ID – Persaingan memperebutkan 14 jabatan pimpinan tinggi (JPT) di lingkungan Pemerintah Kota Lhokseumawe mulai memasuki tahapan penting. Sebanyak 104 peserta tercatat mengikuti seleksi terbuka untuk mengisi sejumlah posisi strategis, mulai dari asisten, staf ahli wali kota, sekretaris DPRK hingga kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Besarnya jumlah peserta menunjukkan tingginya minat aparatur sipil negara (ASN) untuk menduduki jabatan strategis di lingkungan pemerintahan kota tersebut. Namun, tantangan sesungguhnya bukan sekadar menghasilkan pejabat yang lolos seleksi, melainkan memastikan figur terpilih benar-benar memiliki kompetensi, integritas dan kemampuan menjawab persoalan pembangunan daerah.
Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe A. Haris, yang juga menjabat Ketua Panitia Seleksi (Pansel) JPT, mengatakan seluruh formasi jabatan telah memenuhi persyaratan minimal jumlah pendaftar sehingga tidak diperlukan perpanjangan masa pendaftaran.
“Alhamdulillah, saat masa pendaftaran berakhir jumlah pendaftar di setiap jabatan melebihi empat orang. Jadi, masa pendaftaran tidak perlu ditambah lagi,” ujarnya.
Saat ini, panitia seleksi tengah melakukan verifikasi dokumen administrasi untuk memastikan kelengkapan dan kesesuaian persyaratan yang diajukan para peserta.
Hasil seleksi administrasi dijadwalkan diumumkan sekitar satu pekan setelah proses pemeriksaan dokumen berlangsung.
“Untuk hasil seleksi administrasi, sekitar satu pekan ke depan akan kita umumkan,” kata A. Haris, kepada aspost.id, Sabtu (7/11).
Setelah tahapan administrasi, peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan akan mengikuti rangkaian seleksi lanjutan, meliputi assessment center, presentasi makalah dan wawancara. Tahapan tersebut menjadi instrumen untuk mengukur kompetensi manajerial, kapasitas kepemimpinan, wawasan serta kemampuan calon pejabat dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan pemerintahan.
Staf Ahli Pembangunan Paling Diminati
Berdasarkan data pendaftaran, posisi Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan menjadi jabatan dengan jumlah peminat tertinggi, yakni 11 peserta.
Berikutnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan diminati 10 peserta. Sementara jabatan Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) masing-masing diikuti sembilan orang.
Adapun jabatan Kepala Dinas Sosial tercatat memiliki delapan pendaftar, sedangkan formasi lainnya diikuti antara lima hingga tujuh peserta.
“Setiap pejabat itu hanya dibolehkan mendatar dua jabatan yang dibuka seleksi,”ucap Sekda A.Haris.
Kini, peta persaingan tersebut memperlihatkan bahwa seluruh jabatan yang dilelang memiliki daya tarik tersendiri bagi para ASN. Namun, tingginya jumlah pendaftar tidak otomatis menjamin lahirnya pejabat berkualitas apabila proses seleksi tidak dijalankan secara objektif dan terukur.
Seleksi terbuka 14 jabatan strategis ini menjadi ujian penting bagi komitmen Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam membangun birokrasi yang profesional dan berbasis merit.
Publik tentu tidak hanya menunggu siapa yang akhirnya menduduki kursi kepala OPD maupun jabatan strategis lainnya. Lebih dari itu, masyarakat berkepentingan memastikan bahwa setiap keputusan didasarkan pada kompetensi, rekam jejak, integritas dan hasil penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Transparansi menjadi aspek krusial untuk menjaga kepercayaan publik. Proses seleksi harus memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh peserta tanpa intervensi kepentingan di luar pertimbangan profesional.
Pejabat yang nantinya terpilih juga dituntut tidak sekadar mampu menjalankan rutinitas birokrasi. Mereka harus memiliki keberanian mengambil keputusan, menghadirkan inovasi, mempercepat realisasi program pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sebab, 14 jabatan yang sedang diperebutkan tersebut bukan sekadar kursi struktural, melainkan posisi yang menentukan efektivitas jalannya pemerintahan dan arah pembangunan Kota Lhokseumawe.(asp)

