ASPOST.ID – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Forum Komunikasi Masyarakat Peusangan Raya (FK-MPR) Lhokseumawe, Ahad (8/11/2026), tidak sekadar menjadi agenda keagamaan. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang memperkuat solidaritas masyarakat perantauan sekaligus momentum penghormatan adat terhadap dua tokoh yang kini mengemban jabatan strategis.
Kegiatan yang berlangsung di Harun Convention Hall, Keude Cunda, Kota Lhokseumawe, itu dihadiri Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., bersama sejumlah pejabat tinggi TNI-Polri, tokoh masyarakat, dan keluarga besar masyarakat Peusangan Raya.
Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah prosesi peusijuek terhadap Sayuti Abubakar dan Brigjen TNI Ali Imran. Tradisi adat Aceh tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus doa agar keduanya diberikan keselamatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalankan tanggung jawab sesuai amanah jabatan masing-masing.
Sayuti Abubakar diketahui menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh periode 2026–2031. Sementara itu, Brigjen TNI Ali Imran kini mengemban tugas sebagai Kepala Staf Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kasdam IM), setelah sebelumnya pernah menjabat Danrem 011/Lilawangsa dan Danrindam Iskandar Muda.
Prosesi peusijuek ini sekaligus memperlihatkan bagaimana tradisi dan kearifan lokal Aceh tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat, termasuk ketika menyambut perjalanan pengabdian dan tanggung jawab baru para tokohnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf. Teuku Mustafa Kamal, Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf. Faisal, S.Sos., M.Si., Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., Ketua MPU Lhokseumawe Tgk. H.Abubakar Ismail, serta Ketua Umum FK-MPR Lhokseumawe A. Haris, S.Sos., M.Si., yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe.

Kehadiran jajaran pimpinan TNI-Polri tersebut menambah dimensi kebersamaan dalam kegiatan yang mempertemukan unsur pemerintahan, aparat keamanan, dan masyarakat dalam satu ruang silaturahmi.
Bagi Sayuti Abubakar, kegiatan ini juga memiliki ikatan emosional tersendiri. Sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Peusangan Raya, kehadirannya menjadi kesempatan untuk kembali mempererat hubungan dengan komunitas masyarakat yang memiliki ikatan asal-usul dan persaudaraan di Kota Lhokseumawe.
Di tengah dinamika kehidupan perkotaan, keberadaan organisasi paguyuban seperti FK-MPR memiliki peran dalam menjaga hubungan sosial masyarakat yang berasal dari daerah berbeda, tetapi hidup dan beraktivitas di wilayah yang sama.
Lebih dari sekadar perayaan Maulid, kegiatan ini mengingatkan bahwa kekuatan sebuah komunitas tidak hanya ditentukan oleh kedekatan asal-usul, tetapi juga kemampuan membangun solidaritas, menjaga komunikasi, dan berkontribusi bagi lingkungan tempat mereka menetap.
Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, FK-MPR Lhokseumawe diharapkan terus menjadi wadah pemersatu masyarakat Peusangan Raya sekaligus memperkuat nilai keagamaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan masyarakat Kota Lhokseumawe.
Keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun persatuan dan menjaga hubungan antar sesama pun menjadi pesan utama yang relevan untuk diterapkan, tidak hanya dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi juga dalam menjalankan amanah pemerintahan dan pengabdian kepada publik.(asp)

