ASPOST.ID – Bencana banjir susulan kembali menghantam Kabupaten Gayo Lues, Aceh, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut hingga Ahad (8/11/2026) dini hari. Dampaknya cukup parah. Sedikitnya lima unit rumah warga dilaporkan hanyut, jembatan mengalami kerusakan berat, akses transportasi terganggu, hingga fasilitas penyedia bahan bakar minyak (BBM) ikut tergerus derasnya arus banjir.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh, dampak signifikan terjadi di Gampong Pertik, Kecamatan Pining, dan Gampong Badak, Kecamatan Dabun Gelang. Meski kerusakan material tergolong serius, hingga laporan ini disusun belum terdapat informasi mengenai korban jiwa.
Kerusakan paling mengkhawatirkan terjadi di Gampong Pertik. Selain badan jalan yang masih tertutup material banjir, Jembatan Gantung Pintu Rime mengalami kerusakan berat setelah dihantam arus deras. Infrastruktur penghubung tersebut kini tidak lagi dapat digunakan masyarakat.
Babinsa Kecamatan Pining, Sertu Ali Nahsyahban, mengatakan papan alas jembatan telah terseret arus hingga menyisakan kabel seling utama. Kondisi tersebut membuat akses penyeberangan praktis terputus.
“Papan alas jembatan sudah habis terbawa arus dan kini hanya menyisakan kabel seling utama. Selain itu, sejumlah tiang listrik tumbang hingga kabel menjuntai ke tanah, serta beberapa sepeda motor milik warga dilaporkan hanyut,” ungkap Ali.
Kerusakan serupa juga terjadi di Gampong Badak, Kecamatan Dabun Gelang. Jembatan utama di kawasan tersebut mengalami pengikisan pada bagian fondasi akibat derasnya aliran air. Bahkan, fasilitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sekitar lokasi turut terdampak dan tergerus luapan banjir.
Situasi ini tidak hanya menyisakan kerugian material, tetapi juga mengancam kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok, terutama jika akses penghubung antarkawasan belum segera dipulihkan.
Hingga Minggu siang, personel BPBD Gayo Lues bersama unsur pemerintah kecamatan, perangkat Desa Pertik, TNI/Polri, serta tim SAR gabungan masih melakukan penanganan di lokasi terdampak. Upaya tersebut meliputi penyisiran wilayah, pendataan kerusakan dan kerugian warga, serta pembersihan material banjir yang menutup akses jalan.
Besarnya dampak banjir susulan ini menuntut penanganan cepat dan terukur, terutama terhadap infrastruktur yang rusak, jaringan listrik yang membahayakan warga, serta kebutuhan masyarakat yang aksesnya terganggu.
Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga perlu mengantisipasi potensi banjir lanjutan mengingat curah hujan tinggi masih menjadi ancaman bagi kawasan rawan bencana di Gayo Lues.
Keselamatan warga, pemulihan akses transportasi, dan perlindungan infrastruktur vital harus menjadi prioritas agar dampak bencana tidak semakin meluas.(*)

