ASPOST.ID- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan sinyal optimistis usai rangkaian pembicaraan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Muscat, Oman. Ia menilai pertemuan tersebut sebagai langkah awal yang positif di tengah ketegangan geopolitik pascaperang Iran–Israel pada Juni 2025.
Berbicara kepada media, Araghchi menegaskan bahwa kedua pihak telah saling menyampaikan posisi dan kepentingannya secara terbuka. Menurutnya, proses pertukaran pandangan itu menjadi fondasi penting bagi kelanjutan dialog, khususnya terkait isu nuklir yang selama ini membebani hubungan Teheran–Washington.
“Kepentingan, kekhawatiran, serta hak-hak rakyat Iran telah kami sampaikan dalam suasana yang konstruktif. Pandangan pihak lain juga kami dengarkan,” ujar Araghchi. Ia menambahkan, jika pendekatan positif ini dapat dipertahankan, peluang untuk membangun kerangka kerja baru dalam perundingan nuklir Iran–AS terbuka lebar.
Araghchi mengungkapkan bahwa sepanjang hari itu telah digelar lebih dari satu pertemuan tidak langsung dengan fasilitasi Oman. Durasi pembicaraan yang relatif panjang serta intensitas pertemuan dinilai sebagai indikator awal adanya kemauan politik dari kedua belah pihak, meskipun perbedaan mendasar masih membayangi proses negosiasi.
Ia juga menyinggung tantangan besar berupa krisis kepercayaan yang muncul setelah konflik bersenjata Juni lalu, ketika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap tiga situs strategis di Iran. Meski demikian, Araghchi menilai dialog kali ini menunjukkan arah yang berbeda.
“Kepercayaan memang menjadi isu utama, tetapi hari ini kami melihat proses yang berjalan positif,” katanya.
Terkait kelanjutan perundingan, Araghchi menyebut pembicaraan akan diteruskan setelah masing-masing pihak melakukan konsultasi di ibu kota mereka. Tanggal dan format putaran berikutnya akan ditentukan melalui koordinasi lanjutan dengan mediator Oman. Ia juga mengisyaratkan adanya keterlibatan tidak langsung sejumlah negara kawasan dalam dinamika konsultasi tersebut.
Meski belum menetapkan waktu dan lokasi pertemuan selanjutnya, Iran menegaskan komitmennya untuk menjaga momentum dialog, seraya menunggu hasil konsultasi politik di tingkat regional dan internasional.(Sindonews/Asp)
