ASPOST.ID- Pemerintah Iran berencana menetapkan angkatan bersenjata negara-negara Uni Eropa (UE) yang memasukkan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) ke dalam daftar organisasi teroris sebagai kelompok “teroris”. Ancaman tersebut disampaikan pejabat keamanan senior Iran melalui pernyataan resmi di media sosial.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), Ali Larijani, menegaskan bahwa langkah Uni Eropa tersebut tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi. Menurutnya, negara-negara Eropa yang terlibat harus siap menanggung dampak dari keputusan politik tersebut.
“Konsekuensi dari tindakan ini akan menimpa negara-negara Eropa yang mengambil langkah tersebut,” ujar Larijani dalam unggahannya di platform X.
Sebelumnya, pejabat keamanan tinggi Iran sekaligus perwakilan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Dewan Pertahanan Tertinggi yang baru dibentuk, Ali Shamkhani, juga menyatakan bahwa Teheran akan segera merespons keputusan Uni Eropa yang menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris.
Dalam pernyataannya di X pada Jumat, Shamkhani mengecam negara-negara Barat yang dinilainya telah memanipulasi definisi terorisme untuk kepentingan politik. Ia menuding Amerika Serikat dan negara-negara Eropa menerapkan standar ganda, terutama terkait dukungan mereka terhadap agresi militer Israel di Gaza.
Shamkhani menilai, Barat menyebut perlawanan IRGC terhadap kelompok bersenjata ISIL (ISIS) sebagai tindakan terorisme, sementara pada saat yang sama mendukung operasi militer Israel yang disebutnya sebagai genosida terhadap warga Palestina.
“Keputusan Uni Eropa menunjukkan bagaimana konsep terorisme telah menyimpang dari makna sebenarnya,” kata Shamkhani, seraya menegaskan bahwa langkah balasan Iran akan diumumkan dalam waktu dekat.
Sebagai informasi, Ali Shamkhani pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran selama satu dekade, dari 2013 hingga 2023, dan dikenal sebagai salah satu tokoh kunci dalam kebijakan keamanan dan pertahanan Iran. (Sindonews/Asp)

