ASPOST.ID- Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe menorehkan tonggak penting dalam sejarah pengembangannya dengan menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan XII Tahun 2026, Rabu (29/4/2026). Prosesi ini menjadi wisuda perdana sejak transformasi status kelembagaan dari institut menjadi universitas, sekaligus diperkuat dengan capaian Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.
Sebanyak 760 lulusan resmi dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Gedung Serbaguna kampus. Rinciannya, 128 lulusan program Magister (S2) dan 632 lulusan program Sarjana (S1). Dari total tersebut, 244 lulusan (sekitar 32 persen) berhasil meraih predikat cumlaude, mencerminkan peningkatan kualitas akademik institusi.
Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., menegaskan bahwa capaian Akreditasi Unggul merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika, sekaligus menjadi hadiah istimewa bagi para wisudawan.
Menurutnya, keberhasilan akademik tidak hanya diukur dari capaian indeks prestasi, tetapi juga dari nilai-nilai kehidupan yang membentuk karakter lulusan. Dalam pidatonya, ia mengangkat filosofi “cairan kehidupan” sebagai refleksi pengorbanan orang tua.
“Air ketuban yang menjaga sejak dalam kandungan, darah saat dilahirkan, air susu ibu yang tak tergantikan, keringat ayah dalam mencari nafkah, hingga air mata dalam setiap doa itulah fondasi sejati kesuksesan ananda,” ujar Danial.
Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut harus menjadi pengingat moral bagi lulusan agar tidak tercerabut dari akar pengabdian kepada keluarga dan masyarakat.
Rektor juga menekankan bahwa wisuda bukanlah titik akhir, melainkan gerbang awal memasuki realitas kehidupan yang lebih kompleks.
“Gelar akademik bukan tujuan akhir. Ini adalah titik awal untuk belajar lebih luas, beradaptasi, dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia unggul, UIN SUNA memberikan beasiswa studi lanjutan kepada lulusan berprestasi dengan predikat cumlaude. Kebijakan ini diharapkan mendorong lahirnya generasi akademisi dan profesional yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.
Manajemen Akademik dan Pelaksanaan Wisuda
Dalam laporan akademik, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Iskandar, M.S.I., menjelaskan bahwa pelaksanaan wisuda dibagi dalam dua sesi guna menjaga ketertiban dan kekhidmatan acara.
Sesi pagi (07.30–12.00 WIB): 407 wisudawan
Sesi siang (13.00–16.30 WIB): 353 wisudawan
Pembagian ini juga mempertimbangkan tingginya antusiasme peserta dan keluarga, serta standar pelaksanaan acara pasca peningkatan status akreditasi institusi.
Dukungan Pemerintah dan Stakeholder
Prosesi wisuda turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asisten 1 Setdakab Aceh Utara, serta berbagai mitra strategis yang selama ini menjalin kolaborasi dengan UIN SUNA.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi sinyal kuat bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berintegritas.
Penegasan Transformasi dan Arah Masa Depan
Wisuda Angkatan XII ini tidak sekadar seremoni akademik, tetapi juga simbol transformasi kelembagaan UIN SUNA Lhokseumawe menuju universitas yang lebih kompetitif. Perubahan status dari IAIN menjadi UIN membuka ruang pengembangan disiplin ilmu yang lebih luas, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan raihan Akreditasi Unggul dari BAN-PT, UIN SUNA kini berada pada posisi strategis untuk memperkuat reputasi di tingkat nasional, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi global.
Momentum ini menegaskan komitmen UIN SUNA dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, spiritualitas, dan daya saing di era transformasi global.(asp)

