“Pj Gubernur Aceh Bersama Forkopimda Tinjau Lokasi”
ASPOST.ID- Presiden Jokowi dijadwalkan akan melalukan peresmian Bendungan Krueng Keureuto, di Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, pada September 2024.

Bendungan Keureuto, termasuk salah satu bendungan terbesar di Sumatera yang dibangun oleh Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera 1 Ditjen Sumber Daya Air sebagai upaya untuk mewujudkan ketahanan air dan kedaulatan pangan di Provinsi Aceh.
Pembangunan bendungan yang dibangun sejak tahun 2015 dengan biaya APBN sebesar Rp 2,68 triliun ini dilaksanakan secara bertahap melalui empat paket. Melalui kontraktor, PT. Brantas Abipraya (Persero)-PT. Pelita Nusa Perkasa (KSO) untuk paket 1, PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk untuk paket 2, PT. Hutama Karya-Perapen untuk paket 3, dan Abipraya – Indra – Nusa, KSO untuk Paket Penyelesaian.
Untuk memastikan progres pembangunan Bendungan Krueng Keureuto itu, Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah, S.E., M.Si bersama Forkopimda Aceh serta Forkopimda Aceh Utara dan unsur terkait lainnya langsung meninjau lokasi, pada Selasa (30/4).

Kehadiran Pj Gubernur Aceh bersama rombongan itu, disambut oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Heru Setiawan bersama Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Bendungan Sumatera 1, Fardianti, ST., MT, PPK Bendungan I Yuliddin, ST dan pihak pelaksana proyek Bendungan Krueng Keureuto lainnya.
Peninjauan itu untuk mengetahui secara detil progres pembangunan Bendungan Krueng Keureuto yang direncanakan akan diresmikan oleh Presiden Jokowi pada September 2024.
Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah, S.E., M.Si menyebutkan, sesuai apa yang telah disampaikan oleh pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera I, bahwa progres pembangunan Bendungan Krueng Keureuto sudah selesai sekitar 91.8 persen. Namun, kini tinggal tahapan finishing saja.
“Pada prinsipnya, pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera I sudah mengatakan pada September mendatang selesai. Malah mereka merencanakan pada bulan Juli dan ditesnya pada Agustus. Insyaallah sudah kita lihat perkembangan pembangunannya akan sesuai dengan master plan dan rencana yang telah ditetapkan,”kata Pj Gubernur Aceh Bustami kepada awak media usai peninjauan dan penanaman pohon di lokasi pembangunan Bendungan Krueng Keureuto.
Bustami juga menyampaikan, Presiden Jokowi akan meresmikan Bendungan Krueng Keureuto pada September 2024. “Insyaallah akan diresmikan oleh Presiden Jokowi,”ucapnya.
Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah berharap pembangunan bisa diselesaikan tepat waktu dan bermanfaat bagi masyarakat. Pj Gubernur juga meminta keseriusan semua pihak dalam upaya percepatan penyelesaian pembangunan bendungan tersebut.
“Ayolah kita semua yang terlibat, saya mohon keseriusan agar semuanya selesai tepat waktu. Mudah-mudahan dengan izin Allah ini bisa terlaksana,”pinta Bustami.

Kalau Jebol Siapa yang Bertanggungjawab
Sementara Ketua DPR Aceh, Zulfadli, A.Md, dalam kesempatan itu mempertanyakan kepada pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera I jika bendungan Krueng Keureuto jebol akan terjadi tsunami ke 2 dan siapa yang akan bertanggung jawab.
Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Heru Setiawan mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan Rencana Tanggap Darurat (RTD) dan telah disosialisasikan kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Bahkan, kontruksi yang digunakan dalam pembangunan Bendungan Krueng Keureuto sudah memiliki standar dan sesuai dengan perencanaan.
“Kita sudah melakukan sosialisasi dengan Bupati Aceh Utara terhadap dampak bila dan kita tidak mengharapkan ya (bendungan Krueng Keureuto jebol),”ucap Heru.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Bendungan Sumatera 1, Fardianti, ST., MT menambahkan, pihaknya sudah menyusun buku Rencana Tanggap Darurat (RTD) sekitar 5 bulan lalu. “Kami berharap buku itu tidak pernah dipergunakan dengan istilahnya tidak terjadi adanya kegagalan bendungan Krueng Keureuto,”ucapnya.
Selain itu, PPK Bendungan I Yuliddin, ST menyebutkan, Bendungan Krueng Keureuto hanya dapat menampung air dari Krueng Keureuto dan pengendalian banjir 30,39 juta/m3 (mereduksi banjir Kota Lhoksukon 30 persen).
Sedangkan penyebab banjir ke Lhoksukon sebagai Ibukota Aceh Utara, itu airnya bersumber ada tiga sungai besar seperti sungai Keureuto, Peuto dan Pirak Timu.
Sementara dalan kunjungan itu, selain hadir Pj Gubernur Aceh dan Ketua DPR Aceh, juga tampak hadir
Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Niko Fahrizal, Kapolda Aceh, Irjen Pol. Achmad Kartiko, S. I. K., M. H, Kejati Aceh, Drs. Joko Purwanto, SH dan Kabinda Aceh, Kepala SKPA serta Biro terkait di lingkungan Setda Aceh.

Kemudian juga hadir Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran, Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) Andi Susanto, Pj Bupati Aceh Utara Dr. Mahyuzar, Pj Walikota Lhokseumawe A.Hanan serta unsur Forkompida Aceh Utara, seperti Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Kav Makhyar, Kapolres Aceh Utara AKBP Deden Heksaputera S, S.I.K, Kejari Aceh Utara Teuku Muzafar, SH, MH, para pejabat TNI/Polri, kepala dinas, muspika dan unsur terkait lainnya. Selain itu, juga hadir Forkopimda Bener Meriah serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Untuk diketahui, peletakan batu pertama pembangunan Bendungan Keureutoe di Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo, pada Senin 9 Maret 2015 lalu.
Pembangunan jika sudah selesai nanti, bendungan ini akan langsung dirasakan manfaatnya sebagai sumber air irigasi untuk intensifikasi irigasi Alue Ubay seluas 2.743 hektar dan ekstensifikasi irigasi Pase Kanan seluas 6.677 hektar.
Selain itu, juga untuk penyediaan air baku 0,5 meter kubik per detik, pembangkit listrik PLTA 6,34 MW, serta untuk pengendalian banjir 30 juta meter kubik (mereduksi banjir kawasan Lhoksukon sekitar 30 persen).(asp)

