ASPOST.ID- Korem 011/Lilawangsa memperingati Hari Juang TNI AD ke-79 dengan berziarah dan tabur bunga kehormatan di Taman Makam Pahlawan (TMP) nasional, di kawasan Gampong Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu Lhokseumawe, Kamis, 12 Desember 2024.
Momen ziarah nasional dipimpin oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 011/LW Letkol Inf Eko Wahyu Sugiarto mewakili Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran.
Kasrem Eko Wahyu Sugiarto memimpin penghormatan ziarah kepada arwah para pahlawan dan hening cipta, kemudian peletakan karangan bunga kehormatan di Tugu Makam Pahlawan.

Selanjutnya penghormatan terakhir kepada arwah pahlawan dan melakukan penaburan bunga secara bersama di makam pahlawan.
Kasrem 011/LW Letkol Inf Eko Wahyu Sugiarto mengatakan, ziarah nasional ini dalam rangka memperingati Hari Juang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ke-79 Tahun 2024.
Menurutnya, momen ini mengandung makna yang mendalam untuk mengenang jasa para pahlawan, serta menanamkan jiwa nasionalisme dan petriotisme.
“Sebagai generasi muda dan patriot bangsa, bukan hanya mengenang, tetapi penting meneladani perjuangan para pahlawan,”pintanya.
“Secara sederhana, contoh cinta tanah air, dengan sikap optimis bekerja keras dan berkontribusi secara positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutur Kasrem menyampaikan pesan Danrem.
Acara turut dihadiri antara lain, Kasbrigif 25/Siwah Letkol Inf Dimar Bahtera, para Kasi dan Pasi Korem 011/LW, para Komandan Dinasjawatan, serta ratusan prajurit TNI dan persit yang hadir.
Untuk diketahui, Hari Juang Kartika TNI Angkatan Darat merupakan peringatan terkait peristiwa Palagan Ambarawa atau biasa disebut sebagai Hari Infanteri.

Mengutip dari situs resmi Kemendikbud, pertempuran Ambarawa merupakan upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa itu terjadi sejak tanggal 20 November sampai 15 Desember 1945.
Saat itu terjadi pertempuran antara pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang didukung rakyat Indonesia melawan pasukan Sekutu Inggris. Ambarawa menjadi daerah strategis hingga kemudian dijadikan rebutan.
Namun, jika Ambarawa jatuh ke tangan Sekutu, maka Yogyakarta dan Surakarta menjadi sasaran daerah selanjutnya. Pertempuran Ambarawa dimulai ketika ada insiden di Magelang setelah mendaratnya Brigade Artileri Divisi India ke-23 di Semarang.
Kejadian itu terjadi pada 20 Oktober 1945. Mereka masuk ke wilayah RI untuk menangani masalah tawanan perang.

Dimana saat itu bangsa Belanda yang sedang ditawan di penjara Ambarawa dan Magelang. Namun, kedatangan pasukan Sekutu Inggris disusupi oleh orang-orang NICA yang kemudian mempersenjatai bekas tawanan itu.
Hingga kemudian terjadi pertempuran antara pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan pasukan gabungan Sekutu Inggris dan NICA. (asp)

