ASPOST.ID- Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abu Bakar, SH., MH, menginginkan dalam pengelolaan Minyak dan Gas (Migas) Aceh harus mampu memberikan kontribusi untuk daerah dan kesejahteraan bagi masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Kota Lhokseumawe.
“Masyarakat Aceh jangan jadi penonton lagi dengan keberadaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah, tapi harus dapat menikmatinya dan meningkatkan taraf kehidupannya kearah yang lebih baik kedepan,”ucap Wali Kota Sayuti kepada aspost.id, pada Kamis (29/5/2025).
Ia menyebutkan, pada Rabu kemarin dirinya sudah menerima kunjungan silaturahmi rombongan dari Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) di ruang kerjanya. Rombongan tersebut dipimpin oleh Deputi Dukungan Bisnis BPMA, Muhammad Makmun yang turut didampingi oleh Field Manager PT PGE, Agung Widyantoro, beserta beberapa staf lainnya.
Sayuti mengatakan, kunjungan itu bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara Pemerintah Kota Lhokseumawe dengan BPMA dalam pengelolaan sumber daya alam yang ada di wilayah tersebut. Dalam pertemuan itu juga membahas berbagai topik penting terkait pengembangan sektor energi, khususnya minyak dan gas, serta potensi kerjasama lainnya yang dapat mendukung pembangunan ekonomi di Lhokseumawe.

Dr. Sayuti Abu Bakar juga menyampaikan harapannya agar sinergi antara pemerintah daerah dan BPMA dapat semakin ditingkatkan. Ia menekankan pentingnya koordinasi yang baik untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat lokal.
Muhammad Makmun, selaku Deputi Dukungan Bisnis BPMA, mengapresiasi sambutan hangat dari Pemerintah Kota Lhokseumawe. Ia mengungkapkan komitmen BPMA untuk mendukung upaya pengembangan sektor energi di Aceh, serta berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Dalam kunjungan itu juga untuk menyampaikan kemajuan kegiatan survei seismik 3D di di wilayah Cunda-Jeuku, Kota Lhokseumawe, dan Kabupaten Aceh Utara yang dilakukan oleh BPMA dan PT PGE.
Survei ini merupakan langkah penting dalam eksplorasi sumber daya migas di kawasan tersebut. Melalui survei seismik 3D, data geologi yang lebih akurat dapat diperoleh, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam eksplorasi dan pengembangan sumber daya migas. (asp)
