ASPOST.ID- Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol-PP dan WH) Kota Lhokseumawe meningkatkan intensitas razia terhadap pelajar yang bolos sekolah dalam wilayah Kota Lhokseumawe.
Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipatif dalam mencegah kenakalan remaja dan potensi tawuran antarpelajar di wilayah Lhokseumawe.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol-PP dan WH Kota Lhokseumawe, Muhammad Rahmat, S.HI, M.H, menjelaskan bahwa kegiatan razia dan patroli ini sangat penting, terutama pada masa awal tahun ajaran baru. Ia menegaskan bahwa para siswa seharusnya berada di lingkungan sekolah untuk mengikuti proses belajar mengajar, bukan berkeliaran di luar pada jam pelajaran.
“Langkah ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap masa depan generasi muda. Apalagi Aceh merupakan salah satu daerah yang menerapkan Syariat Islam secara khusus, maka para generasi muda Aceh harus selalu berada dalam koridor Syariat,” ujar Muhammad Rahmat, dikonfirmasi aspost.id, Selasa (22/7/25).
Ia juga menyebutkan, pencegahan kenakalan remaja dan tawuran harus dilakukan sedini mungkin melalui pendekatan persuasif dan edukatif. “Kami mengajak semua pihak-baik sekolah, orang tua, maupun masyarakat—untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dan aman bagi para pelajar,”pintanya.
Lanjut Kabag Kesra Setdako yang juga Plt Satpol-PP dan WH Lhokseumawe, pihaknya akan terus melakukan patroli rutin di sejumlah titik yang sering dijadikan tempat berkumpul para pelajar di luar jam sekolah. Selain razia, kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya kedisiplinan dan penerapan nilai-nilai Syariat Islam juga akan digencarkan di sekolah-sekolah.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Lhokseumawe dibawah kendali Dr. Sayuti dan Husaini POM untuk menjaga ketertiban umum serta membentuk karakter generasi muda yang religius, bertanggung jawab, dan patuh terhadap peraturan,”terang Rahmat. (asp)
