ASPOST.ID- Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Aceh Utara, Ny. Musliana Ismail A. Jalil, secara resmi membuka Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Kabupaten Aceh Utara Tahun 2025, Kamis (28/8), dalam rangka mengkampanyekan peningkatan konsumsi ikan dan pencegahan stunting di masyarakat.
Kegiatan itu dihadiri juga Wakil Ketua TP-PKK Aceh Utara, Ny. Julidar Tarmizi dan pengurus TP-PKK serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Utara, Syarifuddin, ST, yang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan lomba.
Lomba yang digagas oleh DKP Aceh Utara bersama TP-PKK dan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) ini mengangkat tema:
“Mewujudkan Generasi Emas dengan Protein Ikan, Bersama Aceh Utara Bangkit.”
Ikan Sebagai Pilar Gizi Keluarga
Dalam sambutannya, Ny. Musliana menekankan pentingnya pemanfaatan ikan sebagai sumber protein hewani kaya nutrisi yang dapat mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting.
“Kreasi olahan ikan yang lezat dan bergizi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi ikan. Ini merupakan langkah nyata dalam menurunkan angka stunting di Aceh Utara,” ujar Musliana, yang juga menjabat sebagai Ketua Forikan Aceh Utara.
Ia mendorong para peserta, khususnya kaum ibu, untuk berinovasi menciptakan menu ikan yang variatif, bergizi, dan bernilai ekonomis tinggi, serta menjadikan kegiatan ini sebagai wadah berbagi ilmu, bukan sekadar ajang kompetisi.
Konsumsi Ikan Meningkat Signifikan, Tantangan Masih Ada
Sementara itu, Kepala DKP Aceh Utara, Syarifuddin, ST, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan panitia. Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
“Pada tahun 2022, konsumsi ikan masyarakat Aceh Utara mencapai 48,23 kg/kapita. Namun di tahun 2023, meningkat drastis menjadi 70,07 kg/kapita, melampaui rata-rata nasional 58,48 kg/kapita. Ini pencapaian luar biasa, tapi bukan alasan untuk berhenti bergerak,” jelasnya.
Menurutnya, keberlanjutan gerakan makan ikan membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat, organisasi perempuan, penyuluh perikanan, hingga pelaku UMKM.
Dari Dapur Lokal Menuju Dampak Nasional
Pemerintah daerah berharap lomba ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun budaya konsumsi ikan di tingkat rumah tangga, serta mendorong lahirnya resep-resep kreatif yang disukai anak-anak dan ramah pasar.
“Lomba ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari komitmen besar untuk mencetak generasi unggul dan sehat. Mari jadikan ikan sebagai makanan utama di meja keluarga,”terangnya.(asp)

