ASPOST.ID- Ketua Forum Da’i Aceh (Forda), Teungku Saiful Mulyadi, akrab disapa Tgk. Sibak Agam, menyoroti fenomena yang kian memprihatinkan pelanggaran Syariat Islam tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga semakin marak di dunia maya, terutama di media sosial.
Menurut Tgk. Saiful, banyak perempuan Aceh dengan bebas mengunggah foto dan video yang tidak sesuai dengan prinsip busana Islami, seperti mengenakan pakaian ketat, celana jeans, bahkan ada yang tampil tanpa jilbab di platform seperti TikTok.
“Aceh dikenal sebagai daerah yang menerapkan Syariat Islam secara kaffah. Namun kenyataannya, banyak pelanggaran syariat yang kini terjadi secara terbuka, khususnya di media sosial. Ini menjadi tantangan baru yang harus segera ditangani bersama,”tegas Dai asal Kuta Awe, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, dalam ceramah Maulid Nabi Muhammad Saw di Gampong Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, pada Rabu malam, (3/9) lalu.
Ia mengingatkan bahwa pelaksanaan Syariat Islam di Aceh telah diatur melalui Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam di Bidang Aqidah, Ibadah, dan Syiar Islam. Karena itu, menurutnya, sangat penting untuk menjaga implementasi qanun ini, baik di ruang publik fisik maupun digital.
Tgk. Saiful Mulyadi pun mengajak Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta DPR Aceh dan DPRK di seluruh wilayah Aceh untuk segera duduk bersama mencari solusi konkrit terhadap pelanggaran syariat, khususnya dalam aspek busana dan perilaku di media sosial.
“Selama ini masih banyak yang hanya membungkus aurat, bukan menutupnya sesuai ketentuan syar’i. Pakaian ketat yang menonjolkan lekuk tubuh justru melanggar nilai-nilai yang seharusnya dijaga,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya langkah cepat dari pemerintah untuk mencegah meluasnya pelanggaran Syariat Islam, khususnya di kalangan generasi muda yang sangat aktif di dunia maya.
“Generasi penerus harus menjadi cerminan akhlakul karimah, baik di dunia nyata maupun di dunia digital. Jangan biarkan nilai-nilai Islam terkikis karena kelalaian kita,” tutupnya. (asp)
