ASPOST.ID-PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) kembali menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program pelatihan vokasi. Bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh, perusahaan menggelar Pelatihan Barista Batch 2 serta pelatihan Tata Rias Kecantikan dan Penata Rambut Wanita. Kegiatan ini juga menandai penutupan pelatihan menjahit tahun 2025.
Acara berlangsung di Gedung Learning Development Center PT PIM, Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Senin (6/10/2025), dan diikuti 49 peserta: 16 peserta barista, 16 tata rias & penata rambut wanita, serta 17 peserta pelatihan menjahit yang menuntaskan masa pelatihan.
Pgs. Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PIM, Jufri, menyebutkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam menciptakan tenaga kerja siap pakai.
“Pelatihan ini adalah hasil kolaborasi berkelanjutan dengan BPVP Banda Aceh. Tahun ini ada enam jenis pelatihan yang kami fasilitasi, termasuk smart farming, IT skill, desain grafis, dan teknisi elektrikal,” ujarnya.

Jufri menambahkan, dampak pelatihan telah dirasakan nyata oleh masyarakat. Sejumlah alumni telah sukses membuka usaha sendiri di bidang barbershop dan kafe, bahkan bekerja secara profesional di luar daerah.
“Ini bukti bahwa vokasi punya peran besar dalam meningkatkan taraf hidup dan ekonomi lokal,” katanya.
Perwakilan BPVP Banda Aceh, Derry Renaldi, M.T., mengapresiasi konsistensi PT PIM dalam mendukung program pemerintah. Ia menyampaikan bahwa pelatihan barista berlangsung selama delapan hari, sedangkan pelatihan kecantikan dan penataan rambut selama 16 hari.
“Waktu mungkin singkat, tapi semangat dan ketekunan peserta akan jadi kunci keberhasilan. Kami harap keterampilan ini bisa langsung diterapkan di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, T.M. Wahdan Hidayat, A.Md., dari Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi, dan Ketenagakerjaan Aceh Utara, menyebut pelatihan vokasi sebagai jembatan penting menuju kemandirian ekonomi.
“Permintaan tenaga kerja terampil, seperti barista, bahkan meningkat hingga ke luar negeri seperti Arab Saudi. Peluangnya besar,” ungkapnya.
Camat Dewantara, Munawir S.STP., M.Si., turut mendorong peserta memanfaatkan program ini sebagai titik awal perubahan hidup.
“Industri kopi dan tata rias sedang tumbuh pesat di dalam dan luar Aceh. Ini peluang nyata bagi generasi muda untuk maju,” katanya.
Pgs. Sekretaris Perusahaan PT PIM, Muhammad Taufik, menekankan bahwa penguatan SDM lokal adalah prioritas utama perusahaan.
“Kami ingin masyarakat sekitar bisa mandiri, berdaya saing, dan terus belajar. Pelatihan ini bukan akhir, tapi langkah awal menuju kemandirian,” tegasnya.
Taufik juga mendorong peserta untuk mengembangkan kreativitas pasca pelatihan.
“Kombinasikan keterampilan dengan digital marketing atau konten kreatif. Peluang ekonomi akan terbuka lebih luas,” pungkasnya.
Dengan pelatihan vokasi yang terus bergulir, PT PIM berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang produktif dan mandiri di wilayah operasionalnya. (asp)
