ASPOST.ID- Pemerintah Kota Lhokseumawe resmi memulai pembangunan Sekolah Rakyat (SR) senilai Rp 250 miliar yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut. Proyek ambisius ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang digelar pada Senin (12/1) di Gampong Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat.
Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH., MH, yang memimpin acara tersebut, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat ini adalah langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, pembangunan ini merupakan komitmen pemerintah dalam menjamin hak dasar masyarakat di bidang pendidikan.
“Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata kehadiran negara untuk memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujar Wali Kota Sayuti dalam sambutannya.
Proyek ini dirancang untuk mencakup tiga jenjang pendidikan, yaitu SD, SMP, dan SMA, dalam satu kawasan terintegrasi. Dengan total 36 rombongan belajar (rombel) yang dapat menampung 1.080 siswa, proyek ini akan memberikan ruang belajar yang nyaman dengan rasio 30 siswa per kelas untuk menjamin kualitas proses pembelajaran.

Sekolah Rakyat ini ditargetkan selesai pada Juni 2026 dan mulai digunakan pada Juli 2026. Wali Kota Sayuti menegaskan bahwa kualitas pendidikan yang akan diberikan di sekolah tersebut sudah memenuhi standar nasional. Pemerintah pusat akan menanggung sepenuhnya biaya pembangunan dan operasional sekolah.
Selain itu, Wali Kota juga menekankan pentingnya keterlibatan pengusaha dan tenaga kerja lokal dalam proyek tersebut. “Pembangunan ini harus memberi manfaat ganda. Selain menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai, juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Lhokseumawe,” ujar Sayuti.
Acara groundbreaking ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, SE, serta jajaran pejabat daerah, termasuk Kapolres Lhokseumawe, Kepala Bappeda, Kadis PUPR, Kadis Pendidikan, dan perwakilan dari Kementerian PUPR serta PT Wijaya Karya (WIKA) selaku kontraktor utama.
Dengan pembangunan Sekolah Rakyat ini, diharapkan akan tercipta pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Lhokseumawe. Pemerintah setempat pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung proyek ini demi masa depan pendidikan yang lebih baik. (red)

