ASPOST.ID- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1). Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menggeser penanganan bencana dari fase tanggap darurat menuju tahap pemulihan yang lebih terstruktur, dengan fokus utama pada percepatan penyediaan hunian sementara yang aman dan layak.
Dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO BPI Danantara Dony Oskaria, serta Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Turut hadir Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro dan Direktur Operasional II Hutama Karya Gunadi.
Rombongan meninjau area huntara beserta fasilitas pendukung guna memastikan kesiapan hunian transisi bagi masyarakat terdampak banjir. Presiden menegaskan bahwa penanganan bencana merupakan prioritas serius pemerintah dan harus dilakukan secara cepat, tertib, serta terkoordinasi.
“Saya berterima kasih kepada Danantara atas pekerjaan yang saya lihat sangat baik. Membangun hunian dalam waktu singkat adalah sebuah prestasi. Ke depan, saya minta Danantara berkoordinasi erat dengan BNPB dan pemerintah daerah,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga dan BUMN yang dinilainya menjadi kunci percepatan pemulihan. Ia menekankan pentingnya memastikan layanan dasar segera kembali berfungsi, termasuk sekolah dan puskesmas, agar aktivitas masyarakat dapat berangsur normal.
Pembangunan huntara di Aceh Tamiang merupakan bagian dari program kolaboratif sejumlah BUMN Karya yang dimulai sejak Rabu (24/12). Dari total 600 unit huntara yang direncanakan, sebanyak 198 unit telah berhasil dibangun dengan keterlibatan Hutama Karya. Pembangunan unit dan paket fisik lainnya akan terus dilanjutkan sesuai target pemerintah.
Huntara tersebut berlokasi di Jalan Banda Aceh–Medan, Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Hunian ini disiapkan sebagai tempat tinggal transisi dan telah memenuhi standar minimum yang ditetapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Selain unit hunian, kawasan huntara dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti sanitasi dan toilet, dapur umum, akses air bersih, konektivitas internet, mushola, serta prasarana jalan internal. Fasilitas komunal ini dirancang untuk menjaga kebersihan lingkungan, memenuhi kebutuhan dasar warga, serta mendukung penataan aktivitas selama masa pemulihan.
Huntara diharapkan menjadi simbol kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat terdampak bencana. Pembangunan dilakukan dengan konsep modular guna memastikan kecepatan konstruksi tanpa mengabaikan kualitas hunian.
Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional.
“Kami siap hadir dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan kontribusi terbaik. Kami optimistis huntara ini dapat membantu memulihkan kehidupan warga menuju kondisi yang lebih layak,” ujarnya.
Dukungan Hutama Karya menjadi bagian dari kolaborasi lintas pihak bersama Danantara, BP BUMN, dan BUMN lainnya dalam mendorong transisi penanganan bencana dari fase darurat ke pemulihan berkelanjutan. Kehadiran Presiden Prabowo dalam peninjauan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antar instansi agar pembangunan huntara tepat sasaran dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.(asp)
