ASPOST.ID- Atmosfer politik di tingkat gampong semakin menghangat menjelang Pemilihan Keuchik Gampong (Pilchikgam) Serentak Kota Lhokseumawe yang dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026. Sejumlah nama mulai mencuri perhatian publik, salah satunya Ziaul Hadi, bakal calon keuchik dari Gampong Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua.
Tahapan Pilchikgam yang telah berjalan menjadikan kontestasi di berbagai gampong semakin dinamis. Di Blang Poroh, persaingan diperkirakan berlangsung kompetitif dengan hadirnya sejumlah figur yang memiliki latar belakang dan pengalaman berbeda.
Ziaul Hadi tampil sebagai salah satu kandidat dari kalangan generasi muda yang mengusung gagasan penguatan tata kelola pemerintahan gampong yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Latar belakangnya sebagai Sarjana Akuntansi dinilai menjadi modal dalam mendorong pengelolaan administrasi dan keuangan desa yang semakin profesional di tengah tuntutan publik terhadap pemerintahan yang bersih dan terbuka.
Pria kelahiran Blang Poroh, 10 Oktober 1990 itu merupakan putra asli gampong yang selama ini tumbuh dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dalam visi yang diusungnya, Ziaul Hadi menitikberatkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, serta optimalisasi pemanfaatan potensi gampong secara berkelanjutan.
Berdasarkan riwayat pendidikannya, Ziaul Hadi menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri 3 Muara Dua, kemudian melanjutkan ke MTsN Lhokseumawe dan MAN Lhokseumawe sebelum meraih gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Malikussaleh pada 2016.
Selain faktor pendidikan, Ziaul Hadi juga berasal dari keluarga yang memiliki rekam jejak dalam pemerintahan gampong. Ia merupakan putra Usman Raban, mantan Keuchik Blang Poroh yang pernah memimpin desa pada masa Aceh masih berada dalam situasi konflik berkepanjangan. Latar belakang tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup yang membentuk pemahamannya terhadap dinamika sosial dan pemerintahan di tingkat gampong.
Sementara itu, kontestasi Pilchikgam Blang Poroh dipastikan berlangsung terbuka dengan diikuti empat figur yang memiliki basis pengalaman masing-masing. Selain Ziaul Hadi, terdapat Bustami yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dusun di Gampong Blang Poroh, Abdullah merupakan mantan Keuchik Blang Poroh, serta M. Rasyid bin Has yang pernah menjabat sebagai Ketua Tuha Peut Gampong.
Persaingan empat kandidat tersebut diperkirakan menghadirkan kompetisi gagasan dan program pembangunan bagi masyarakat Blang Poroh. Warga diharapkan dapat menentukan pilihan berdasarkan rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, integritas, serta visi pembangunan yang ditawarkan masing-masing calon.
Pilchikgam Serentak Kota Lhokseumawe 2026 sendiri menjadi momentum penting dalam memperkuat demokrasi di tingkat gampong. Melalui proses pemilihan yang jujur, adil, dan partisipatif, masyarakat diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang mampu membangun pemerintahan desa yang profesional, transparan, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta berpihak pada kepentingan seluruh warga.(*)

