ASPOST.ID- Pemerintah Kota Lhokseumawe kembali menegaskan komitmennya terhadap perlindungan sosial dan kemanusiaan dengan menyerahkan 22 unit rumah layak huni tahan gempa kepada keluarga yatim dan dhuafa.
Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Baitul Mal Kota Lhokseumawe dan Yayasan Relief Islami Indonesia (Islamic Relief Indonesia) melalui program House Reconstruction for the Poor Families–3 (HORPF-3) yang menargetkan 50 penerima manfaat.
Penyerahan rumah dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., di kediaman salah satu penerima manfaat, Abdul Raman Husen, di Gampong Blang Crum, Kecamatan Muara Dua, pada Sabtu (3/1).
Prosesi berlangsung khidmat dengan rangkaian adat Aceh, meliputi peusijuk, pemotongan pita, serta penyerahan kunci dan sertifikat rumah.
Dari total sasaran program, 22 unit rumah telah rampung 100 persen dan siap dihuni, sementara 28 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai secara bertahap sesuai perencanaan teknis dan standar kualitas yang ditetapkan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sayuti Abubakar mengapresiasi sinergi multipihak yang terbangun dalam mewujudkan hunian aman dan bermartabat bagi masyarakat rentan.
“Penyerahan 22 rumah hari ini merupakan bukti nyata kolaborasi dan kepedulian bersama. Pemerintah Kota Lhokseumawe mendukung penuh penyelesaian 28 unit lainnya agar seluruh penerima manfaat segera menempati rumah yang aman, layak, dan manusiawi,” ujarnya.

Ketua Baitul Mal Kota Lhokseumawe, H. Dr. Damanhur Abbas, Lc., M.A., menegaskan bahwa program ini mencerminkan pengelolaan dana umat yang transparan dan tepat sasaran.
“Hari ini kita serahkan 22 rumah siap huni. Kami memastikan seluruh 50 penerima manfaat akan memperoleh hunian yang layak, aman, dan bermartabat sesuai amanah yang diberikan,” katanya.
Sementara itu, Board of Supervisor Islamic Relief Indonesia, Dr. Moch. Jasin, menjelaskan bahwa seluruh unit rumah dibangun dengan standar teknis yang mengutamakan aspek keselamatan dan ketahanan bencana.
“Rumah-rumah ini dirancang tahan gempa dan layak huni. Pengawasan dilakukan secara ketat agar kualitas bangunan terjaga hingga seluruh unit selesai,” jelasnya.
CEO Islamic Relief Indonesia, H. Nanang Subana Dirja, menambahkan bahwa keberhasilan program HORPF-3 tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor.
“Program ini menargetkan 50 keluarga penerima manfaat. Penyerahan tahap awal menjadi tonggak penting, dan kami berkomitmen menuntaskan seluruh pembangunan dengan kualitas terbaik,” ujarnya.
Program HORPF-3 turut didukung oleh berbagai donatur dan mitra lokal, di antaranya Yayasan Abulyatama Indonesia Cabang Lhokseumawe, LAZIS KAHMI Kota Lhokseumawe, komunitas sosial, serta penyedia material bangunan.
Salah satu penerima manfaat, Abdul Raman Husen, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya.
“Alhamdulillah, rumah ini sudah siap kami tempati. Semoga rumah lainnya segera selesai agar semua penerima manfaat dapat merasakan kebahagiaan yang sama,” tuturnya.
Program House Reconstruction for the Poor Families–3 (HORPF-3) diharapkan menjadi model berkelanjutan dalam pengentasan kemiskinan berbasis kolaborasi, sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat kurang mampu di Kota Lhokseumawe dan wilayah Aceh secara lebih luas.(asp)

