ASPOST.ID- Perubahan bentang alam telah menjadi kenyataan pahit yang dihadapi warga Gampong Keude Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Permukiman yang dahulu berdiri di tepian kampung kini perlahan menghilang, tergantikan oleh muara yang terus melebar.
Hingga kini, aliran listrik belum pulih sepenuhnya, sementara setiap hujan turun, kekhawatiran akan luapan air kembali menghantui kehidupan warga.
Di tengah kondisi tersebut, Tim Relawan Bea Cukai Peduli hadir menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak. Tim dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto, sebagai wujud nyata kepedulian institusi terhadap masyarakat yang tengah menghadapi situasi darurat.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi kondisi sulit ini. Bea Cukai tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan dan pengawasan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Bier Budy Kismulyanto di sela kegiatan penyerahan bantuan.

Bantuan disalurkan secara langsung dan diterima oleh Geuchik Gampong Keude Bungkah, yang mewakili warga setempat. Paket bantuan berisi kebutuhan pokok dan logistik dasar, ditujukan untuk membantu warga bertahan di tengah keterbatasan akses dan fasilitas pascabencana.
Kegiatan ini turut didampingi oleh Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe Agus Siswadi serta Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Lhokseumawe Dafit Kasianto. Kehadiran unsur pimpinan lintas unit Bea Cukai tersebut mencerminkan empati dan solidaritas langsung kepada masyarakat terdampak.
Geuchik Gampong Keude Bungkah Muhd. Hasballah menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Menurutnya, kondisi warga hingga saat ini masih jauh dari normal.
“Sebagian rumah warga telah hilang terbawa arus dan kini berubah menjadi muara. Listrik belum tersedia, dan setiap hujan turun kami selalu khawatir air kembali naik. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran langsung Tim Bea Cukai Peduli memberikan dampak psikologis yang besar bagi warga. “Yang kami rasakan bukan hanya bantuan barang, tetapi juga perhatian dan kepedulian. Ini menjadi penguat bagi warga untuk tetap bertahan,” kata Hasballah.
Melalui aksi kemanusiaan ini, Bea Cukai Aceh menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi negara di bidang kepabeanan dan cukai, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang hadir, merasakan, dan merespons kesulitan warga.
Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban sekaligus menjadi penguat moral bagi masyarakat Keude Bungkah untuk terus bertahan dan bangkit. (asp)

