ASPOST.ID- Pemerintah Kota Lhokseumawe mempercepat langkah penanganan 92 pengungsi etnis Rohingya melalui rencana relokasi ke hunian terpadu yang lebih layak. Pemindahan dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Mei 2026, menyusul kesiapan fasilitas di lokasi baru.
Rencana strategis ini dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setdako Lhokseumawe, Mirdha Ihsan, pada Senin (13/4). Pertemuan tersebut turut dihadiri Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Relokasi dilakukan dari lokasi penampungan sementara di bekas kantor Imigrasi Punteuet Kecamatan Blang Mangat menuju shelter baru yang berlokasi di Gampong Masjid Punteuet, juga Kecamatan Blang Mangat. Pemerintah memastikan, fasilitas di lokasi baru dirancang lebih representatif untuk menunjang kebutuhan dasar para pengungsi.
Salah satu fasilitas utama yang disiapkan adalah klinik kesehatan yang dibangun oleh MER-C. Ira Hadiati menyebutkan, pembangunan fisik klinik telah rampung dan saat ini tengah memasuki tahap pengadaan peralatan medis standar untuk operasional klinik pratama.
“Klinik ini akan menjadi garda depan dalam memastikan layanan kesehatan bagi para pengungsi berjalan optimal,” ujarnya kepada aspost.id, Selasa (14/4).
Selain layanan kesehatan, kawasan shelter juga dilengkapi dengan asrama hunian, sarana pendidikan, tempat ibadah, akses air bersih, serta fasilitas pendukung lainnya. Pembangunan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai organisasi kemanusiaan.
Shelter ini berdiri di atas lahan milik Dayah Zurriyatul Qur’ani Al Ma’arif yang dipimpin Tgk. Sulaiman Daud. Kehadiran fasilitas terpadu ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup pengungsi sekaligus mendukung penanganan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.
Pemerintah menegaskan, relokasi ini merupakan bagian dari upaya jangka menengah dalam menciptakan sistem penanganan pengungsi yang lebih terstruktur, aman, dan berorientasi pada pemenuhan hak dasar kemanusiaan. (*)

