ASPOST.ID- Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai membenahi Jalan Pase di Gampong Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti, dengan nilai kontrak mencapai Rp3.999.600.000.
Kepala Dinas PUPR Kota Lhokseumawe, Said Bachtiar, ST.,MT mengatakan proyek peningkatan Jalan Pase itu bersumber dari APBK Lhokseumawe Tahun Anggaran 2026 melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Menurut Said, pekerjaan tidak hanya berfokus pada pengaspalan badan jalan, tetapi juga mencakup pembangunan kawasan pedestrian, drainase, dan trotoar untuk meningkatkan kenyamanan serta keselamatan masyarakat.
“Proyek paket Peningkatan Jalan Pase ini meliputi pekerjaan pengaspalan. Di Gampong Keude Aceh juga terdapat pembangunan pedestrian yang mencakup drainase dan trotoar bagi pejalan kaki,” kata Said, kepada aspost.id Rabu (26/8/2026).
Pengaspalan Hampir Tuntas
Said menjelaskan, pekerjaan proyek telah dimulai sejak akhir Juni 2026 dan memiliki masa pelaksanaan selama 180 hari kalender, terhitung sejak 29 Juni hingga 25 Desember 2026.
Hingga saat ini, pekerjaan pengaspalan di Jalan Pase telah menunjukkan progres signifikan. Pengaspalan sepanjang sekitar 490 meter pada sisi kiri dan 470 meter pada sisi kanan jalan telah diselesaikan.
Sementara itu, pembangunan pedestrian dengan panjang sekitar 420 meter masih dalam tahap pengerjaan.
“Pengerjaan ini dilakukan sebagai upaya menangani sejumlah persoalan infrastruktur yang selama ini cukup serius dan juga sering dikeluhkan warga,”katanya.
Bukan Sekadar Aspal Baru
Said menuturkan, peningkatan Jalan Pase dilakukan setelah melihat kondisi jalan yang mengalami berbagai persoalan, mulai dari permukaan yang rusak dan berlubang hingga kondisi jalan yang menimbulkan debu saat musim kemarau.
Kerusakan tersebut dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.
Kondisi jalan yang tidak optimal, kata Said, turut berdampak terhadap warga yang menjalankan usaha dan berjualan di sepanjang kawasan Jalan Pase.
Karena itu, peningkatan infrastruktur di ruas tersebut diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi lokal.
“Dengan pengerjaan jalan ini diharapkan arus lalu lintas di Jalan Pase menjadi lebih lancar,” katanya.
Drainase Jadi Bagian Penting
Selain memperbaiki badan jalan, pembangunan drainase dan pedestrian menjadi bagian penting dari proyek tersebut.
Menurut Said, keberadaan drainase yang lebih baik diharapkan dapat mengurangi persoalan genangan air yang selama ini berpotensi terjadi ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Pembangunan drainase dan pedestrian diharapkan dapat mengatasi persoalan genangan air sehingga jalan tidak mudah tergenang saat hujan,” imbuhnya.
Dengan konsep pekerjaan yang mencakup badan jalan, pedestrian, trotoar, dan drainase, Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap Jalan Pase tidak hanya tampil lebih baik, tetapi juga memiliki fungsi yang lebih aman dan nyaman bagi pengguna jalan serta pejalan kaki.
Proyek yang ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026 itu menjadi salah satu upaya pemerintah daerah memperkuat kualitas infrastruktur perkotaan sekaligus meningkatkan aksesibilitas masyarakat di kawasan Banda Sakti.(asp)

