ASPOST.ID- Seorang warga Gampong Cot Dah, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, ditemukan meninggal dunia di area persawahan pada Rabu (2/9/2026) sore. Polisi menduga korban meninggal akibat tersambar petir saat berada di lokasi.
Korban diketahui bernama Sofyan (43), warga Gampong Cot Dah, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara.
Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H. melalui Kapolsek Tanah Luas Ipda Marzuki menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika korban dilaporkan tidak kembali ke rumah sejak Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Sebelumnya, korban diketahui pergi ke area persawahan untuk membawa pulang kerbau miliknya. Namun hingga keesokan harinya, Sofyan belum juga kembali ke rumah.
Keluarga korban kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada warga setempat. Anak korban, Latifa (14), turut melaporkan bahwa ayahnya belum pulang sejak pergi ke sawah.
“Setelah mendapat informasi, warga bersama perangkat gampong langsung melakukan pencarian terhadap korban,” ujar Ipda Marzuki, kepada aspost.id, Rabu (2/9).
Pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Rabu sore sekitar pukul 15.30 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi telungkup di tengah area persawahan Gampong Cot Dah.
Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi bersama perangkat gampong dan keluarga korban untuk melakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara.
Berdasarkan hasil olah TKP awal serta keterangan dua orang saksi, yakni Hasbi (40), seorang petani, dan Saifan Nur (26), polisi menduga korban meninggal dunia akibat tersambar petir saat berada di area persawahan.
“Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi dan keterangan para saksi, terdapat dugaan kuat korban meninggal akibat tersambar petir,” jelas Kapolsek.
Pihak keluarga korban selanjutnya menyatakan menolak dilakukan visum maupun autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi terkait keputusan tersebut.
Menurut Marzuki, sejumlah langkah telah dilakukan pihak kepolisian, mulai dari mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian, melakukan pemeriksaan awal, meminta keterangan saksi hingga berkoordinasi dengan perangkat gampong dan keluarga korban.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di area terbuka saat hujan disertai petir.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para petani, agar tidak memaksakan diri berada di sawah, ladang atau area terbuka ketika hujan disertai petir,” kata Marzuki.
Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem dapat menimbulkan risiko serius bagi masyarakat yang sedang beraktivitas di ruang terbuka.
“Jika cuaca mulai tidak memungkinkan dan terdengar petir, sebaiknya segera menghentikan aktivitas dan mencari tempat berlindung yang aman,” pungkasnya.(asp)

