ASPOST.ID – Baru memasuki bulan pertama masa kepemimpinannya, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah (STIKesMu) Lhokseumawe, Dr. Abdul Gani Haitamy, S.H., M.H., mulai mengambil langkah memperluas jejaring kelembagaan dengan perguruan tinggi Muhammadiyah.
Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Jumat (4/9/2026). Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan antar kampus Muhammadiyah, tetapi juga membuka peluang kolaborasi di sejumlah bidang strategis.
Kehadiran Abdul Gani disambut Wakil Rektor UMSU Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian, dan Internasionalisasi, Dr. Rudianto, S.Sos., M.Si., bersama Kepala Biro Administrasi Umum UMSU, Dr. Erwin Asmadi, S.H., M.H.
Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab tersebut, kedua pihak membahas berbagai potensi kerja sama, mulai dari penguatan riset dan inovasi, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, publikasi ilmiah, peningkatan mutu akademik hingga pengembangan jejaring kerja sama internasional.
Bagi STIKesMu Lhokseumawe, kunjungan ke UMSU menjadi bagian dari agenda awal kepemimpinan Abdul Gani untuk membangun komunikasi yang lebih luas dengan perguruan tinggi Muhammadiyah yang memiliki pengalaman dan rekam jejak kuat dalam pengembangan pendidikan tinggi.
Abdul Gani menegaskan, penguatan institusi tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Menurutnya, perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat kapasitas akademik, sekaligus menciptakan berbagai program kolaboratif yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Di awal masa kepemimpinan ini, kami ingin membangun komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah. Banyak hal yang dapat kita pelajari dan kolaborasikan bersama, khususnya dalam penguatan riset, pengabdian, pengembangan SDM, dan peningkatan mutu institusi,” ujar Abdul Gani.
Menurutnya, pengalaman UMSU dalam mengembangkan riset, inovasi, sumber daya manusia dan jejaring internasional menjadi salah satu referensi penting bagi STIKesMu Lhokseumawe dalam memperkuat arah pengembangan institusi ke depan.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bertukar gagasan mengenai tantangan dan peluang perguruan tinggi Muhammadiyah di tengah tuntutan peningkatan kualitas pendidikan tinggi, budaya riset, publikasi ilmiah dan daya saing institusi.
Dari sisi UMSU, komunikasi antar kampus Muhammadiyah dinilai memiliki nilai strategis karena dapat menjadi ruang untuk saling menguatkan kapasitas kelembagaan dan memperluas dampak program akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan formal. STIKesMu Lhokseumawe dan UMSU membuka peluang untuk menerjemahkan komunikasi awal itu ke dalam bentuk kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan.
Mulai dari kolaborasi penelitian, pengembangan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan, publikasi ilmiah, pengabdian masyarakat hingga peluang penguatan jejaring internasional menjadi bagian dari ruang kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan.
Bagi Abdul Gani, membangun jejaring sejak awal masa kepemimpinan merupakan bagian dari upaya menempatkan STIKesMu Lhokseumawe dalam ekosistem pendidikan tinggi Muhammadiyah yang lebih luas.
Kunjungan ke UMSU pun menjadi sinyal awal bahwa kepemimpinan baru STIKesMu Lhokseumawe ingin bergerak dengan pendekatan kolaboratif membangun institusi bukan hanya melalui penguatan internal, tetapi juga dengan membuka akses pengetahuan, pengalaman dan jejaring dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah.
Silaturahmi tersebut ditutup dengan komitmen untuk terus menjaga komunikasi dan menjajaki peluang kerja sama konkret antara kedua institusi.
Semangat yang dibawa dari pertemuan itu sederhana, tetapi strategis: memperkuat jejaring, memperluas kolaborasi dan bersama-sama mendorong perguruan tinggi Muhammadiyah semakin unggul serta berdaya saing. (asp)

