ASPOST.ID- Terhentinya layanan peserta BPJS Kesehatan di RSU Kasih Ibu Lhokseumawe sejak Januari 2026 hingga kini memunculkan desakan dari masyarakat agar kerja sama antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan segera diaktifkan kembali. Di tengah tingginya kebutuhan layanan kesehatan di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, keberadaan RSU Kasih Ibu dinilai dapat menjadi salah satu penyangga untuk mengurangi kepadatan pasien di rumah sakit lain.
Harapan tersebut menguat setelah manajemen baru RSU Kasih Ibu mengklaim telah melakukan berbagai pembenahan, mulai dari peningkatan fasilitas pelayanan, pengadaan peralatan medis yang lebih modern, hingga pemenuhan sejumlah persyaratan teknis yang sebelumnya menjadi perhatian dalam proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Bagi masyarakat, kembalinya RSU Kasih Ibu ke dalam jaringan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bukan sekadar menambah pilihan rumah sakit, tetapi juga berpotensi mempercepat akses pelayanan bagi ribuan peserta BPJS di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara.
“Kami berharap BPJS bisa kembali bekerja sama dengan RSU Kasih Ibu. Kalau pilihan rumah sakit bertambah, masyarakat tidak harus menunggu lama atau berpindah-pindah mencari ruang perawatan,” ujar Dedi (47), warga Lhokseumawe, kepada aspost.id Jumat (4/9/2026).
Desakan masyarakat bukan tanpa alasan. Sejumlah rumah sakit di kawasan Lhokseumawe dan Aceh Utara kerap menghadapi lonjakan pasien, baik untuk layanan rawat jalan maupun rawat inap.
Rumah sakit seperti RSUD Cut Meutia Aceh Utara, RS Kesrem Lhokseumawe, RS PMI Aceh Utara, RSU Sakinah, RSU Arun Lhokseumawe hingga RSU Bunga Melati menjadi rujukan utama yang kerap dipadati pasien setiap harinya.
Dengan kapasitas 136 tempat tidur, RSU Kasih Ibu Lhokseumawe dinilai memiliki potensi besar untuk membantu pemerataan layanan kesehatan apabila kembali menjadi mitra BPJS Kesehatan.
Zakaria (40), warga Matangkuli Aceh Utara, yang keluarganya sedang menjalani perawatan di RS Kesrem Lhokseumawe, berharap proses kerja sama segera terealisasi apabila seluruh persyaratan administrasi dan teknis telah terpenuhi.
“Kalau rumah sakit ini kembali menerima BPJS, pelayanan tentu akan lebih cepat, lebih nyaman, dan masyarakat punya lebih banyak pilihan,” katanya.
K2IR Aceh Minta Dialog BPJS dan RSU Kasih Ibu
Ketua Komunitas Komunikasi Informasi Rakyat (K2IR) Aceh, Tgk Jamin, meminta BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe bersama manajemen RSU Kasih Ibu membuka kembali ruang komunikasi dan dialog untuk mengevaluasi peluang kerja sama.
Menurutnya, pembahasan tersebut perlu dilakukan secara terbuka dengan mengutamakan kepentingan masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan.
“Yang terpenting adalah masyarakat bisa kembali memperoleh akses pelayanan BPJS di RSU Kasih Ibu apabila seluruh persyaratan memang sudah terpenuhi,”katanya.
RSU Kasih Ibu: Pembenahan Sudah Dilakukan
Humas RSU Kasih Ibu Lhokseumawe, Nurdin, membenarkan bahwa layanan peserta BPJS Kesehatan di rumah sakitnya telah terhenti sejak Januari 2026.
Meski demikian, rumah sakit tetap memberikan pelayanan kepada pasien, termasuk layanan kegawatdaruratan melalui mekanisme yang tersedia di luar skema BPJS.
Ia menyatakan pihak rumah sakit telah melakukan berbagai pembenahan, termasuk penyempurnaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta pemenuhan sejumlah standar teknis lainnya yang sebelumnya menjadi perhatian.
“Apa semua yang menjadi instruksi dari BPJS Kesehatan Lhokseumawe sudah kami penuhi,”ucap Nurdin.
Pihak rumah sakit berharap kerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat kembali terjalin pada 2027, sehingga peserta JKN kembali dapat mengakses layanan di RSU Kasih Ibu Lhokseumawe yang berada di Simpang Kuta Blang Lhokseumawe.
Di tengah tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara, masyarakat kini menanti adanya titik temu antara BPJS Kesehatan dan RSU Kasih Ibu agar akses layanan kesehatan semakin luas dan beban rumah sakit lain dapat lebih merata. (asp)

