ASPOST.ID — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Keuchik Gampong (Pilchikgam) Uteunkot, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, sebuah Alat Peraga Kampanye (APK) milik calon keuchik nomor urut 5, Jalaluddin yang akrab disapa Abi Zhilal, ditemukan dalam kondisi rusak.
APK berupa spanduk tersebut ditemukan pada Minggu (6/9/2026) di kawasan samping Masjid Al-Hikmah Cunda, Jalan SMP 7, Gampong Uteunkot.
Berdasarkan pantauan di lokasi, baliho kampanye tersebut terlihat mengalami kerusakan dan dalam kondisi tumbang. Hingga kini, pihak terkait belum mengetahui secara pasti siapa yang melakukan tindakan tersebut maupun motif di balik kerusakan APK tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian di tengah tahapan Pilchikgam Uteunkot yang selama ini berlangsung relatif aman dan kondusif.
Abi Zhilal saat dikonfirmasi pada Minggu sore memilih merespons kejadian tersebut dengan mengedepankan ketenangan. Ia meminta para pendukung dan simpatisannya tidak terpancing emosi maupun melakukan tindakan yang dapat memperkeruh suasana menjelang hari pemungutan suara.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat pendukung nomor urut 5 untuk tetap tenang, bersabar, dan jangan mudah terprovokasi. Mari kita balas tindakan perusakan ini dengan kebaikan dan kedamaian. Fokus kita adalah menyukseskan Pilchikgam yang bersih dan damai di Gampong Uteunkot,” ujar Abi Zhilal kepada aspost.id, Ahad (6/9).
Menurutnya, perbedaan pilihan dalam sebuah kontestasi demokrasi merupakan hal yang wajar. Karena itu, seluruh kandidat, pendukung, dan masyarakat diharapkan tetap menjaga persaudaraan serta tidak menjadikan perbedaan politik sebagai sumber perpecahan di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban hingga seluruh tahapan Pilchikgam selesai.
Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) Gampong Uteunkot menyayangkan adanya kerusakan terhadap APK tersebut.
Pihak panitia mengingatkan seluruh kandidat dan pendukung agar tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam mengikuti seluruh rangkaian pemilihan. Setiap persoalan yang muncul di lapangan diharapkan dapat diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku.
Panitia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan sepihak serta menyerahkan penanganan setiap dugaan pelanggaran kepada pihak yang memiliki kewenangan.
Insiden rusaknya APK ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi seluruh peserta Pilchikgam Uteunkot agar menjaga demokrasi tetap berlangsung secara sehat, tertib, dan bermartabat.
Dengan waktu pemilihan yang semakin dekat, pada 20 September 2026 masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh tindakan yang berpotensi memicu ketegangan. Perbedaan pilihan politik hendaknya tetap dijaga dalam bingkai persaudaraan dan kedamaian Gampong Uteunkot.(asp)

