ASPOST.ID- Keselamatan pelajar dan kelancaran lalu lintas pada jam sibuk pagi menjadi perhatian Polresta Banda Aceh. Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho, turun langsung ke sejumlah titik pengamanan Strong Point Pagi pada Senin–Selasa (19–20 Oktober 2026) untuk memastikan personel menjalankan tugas pelayanan di lapangan.
Pada Senin (19/10/2026), Kapolresta terlihat mengatur arus lalu lintas di depan MIN Model 6 dan MTsN 1 Banda Aceh. Sehari berselang, Selasa (20/10/2026), pengecekan dilanjutkan di depan SD Negeri 3 dan SD Negeri 33 Banda Aceh.
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 07.00–08.00 WIB tersebut menyasar kawasan dengan aktivitas kendaraan yang meningkat saat pelajar berangkat ke sekolah. Pada waktu yang sama, kendaraan pengantar siswa, pengguna jalan, dan aktivitas masyarakat lainnya berpotensi memicu kepadatan apabila tidak diimbangi pengaturan lalu lintas yang memadai.
Pengecekan langsung oleh Kapolresta tidak hanya berkaitan dengan kehadiran personel, tetapi juga memastikan pelaksanaan tugas berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Petugas dituntut mampu mengatur arus kendaraan, membantu penyeberangan pelajar, serta mengantisipasi potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.
Kapolresta Banda Aceh melalui Kasi Humas, Iptu Eddy Musfikar, menjelaskan, kegiatan Strong Point Pagi merupakan bagian dari pelayanan kepolisian untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan pada jam sibuk.
Menurutnya, penempatan personel di titik-titik strategis diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan kendaraan sekaligus menekan risiko kecelakaan, terutama di sekitar lingkungan sekolah yang memiliki intensitas aktivitas cukup tinggi pada pagi hari.
Pengawasan Lapangan dan Keselamatan Pelajar
Kehadiran pimpinan kepolisian di lapangan menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan tidak berhenti pada penempatan personel semata. Efektivitas pengaturan lalu lintas juga ditentukan oleh kesiapsiagaan petugas, ketepatan penempatan di titik rawan, serta kemampuan merespons kondisi yang berkembang.
Kawasan sekolah menjadi salah satu lokasi yang membutuhkan perhatian berkelanjutan. Aktivitas antar-jemput pelajar, kendaraan yang berhenti di sekitar gerbang sekolah, serta pergerakan pejalan kaki dapat meningkatkan risiko gangguan lalu lintas apabila tidak dikelola dengan baik.
Karena itu, pengaturan lalu lintas perlu diikuti dengan upaya membangun kedisiplinan pengguna jalan dan meningkatkan kesadaran orang tua saat mengantar anak ke sekolah. Keselamatan pelajar bukan hanya tanggung jawab petugas kepolisian, melainkan juga membutuhkan kepatuhan seluruh pengguna jalan.
Eddy menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polresta Banda Aceh meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mengimplementasikan program Quick Wins Kapolri. Melalui kegiatan preventif, kepolisian berupaya menghadirkan pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Polresta Banda Aceh mengimbau pengguna jalan agar mematuhi peraturan lalu lintas, mengutamakan keselamatan, dan mengikuti arahan petugas. Orang tua yang mengantar anak ke sekolah juga diharapkan tidak berhenti atau memarkir kendaraan sembarangan di sekitar gerbang sekolah sehingga tidak menghambat arus lalu lintas.(asp)

