ASPOST.ID- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sekadar menjadi seremoni keagamaan bagi Keluarga Mahasiswa Tebing Tinggi Bersatu (KATIBER) Lhokseumawe–Aceh Utara. Organisasi mahasiswa asal Kota Tebing Tinggi tersebut menjadikannya sebagai momentum menanamkan kepedulian sosial, membangun pertemanan yang sehat, sekaligus mengingatkan generasi muda tentang bahaya bullying atau perundungan.
Pesan itu diwujudkan melalui kegiatan RANGKUL (Rangkaian Aksi untuk Kepedulian dan Kasih) yang digelar di Panti Asuhan Muhammadiyah Lhokseumawe, Jalan Darussalam Nomor 47, Kecamatan Banda Sakti, Ahad (1/11/2026).
Mengusung tema “Meneladani Rasulullah SAW, Menebar Kepedulian, & Berbagi Kebahagiaan”, kegiatan tersebut dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, edukasi bijak dalam berteman dan pencegahan perundungan, serta penyerahan bantuan sembako kepada pihak panti asuhan.
Bagi KATIBER, peringatan Maulid tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai keteladanan Rasulullah SAW diterjemahkan dalam tindakan nyata melalui kepedulian terhadap sesama dan upaya membangun lingkungan pergaulan yang lebih sehat, aman, serta saling menghargai.
Edukasi mengenai pertemanan dan anti perundungan menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para peserta diajak memahami bahwa candaan yang berlebihan, penghinaan, pengucilan maupun tindakan yang merendahkan orang lain dapat memberikan dampak serius terhadap kehidupan seseorang.
Ketua Umum KATIBER Lhokseumawe–Aceh Utara, Yahya Ayyash Alfaruq Lubis, mengatakan kehadiran pihaknya di panti asuhan bukan sekadar untuk memperingati Maulid Nabi, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan silaturahmi.
“Kehadiran kami bukan hanya sekadar untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial, mempererat tali silaturahmi, serta berbagi kebahagiaan bersama adik-adik yang ada di panti asuhan ini,”kata Yahya.
Menurutnya, Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali mengingat sekaligus menerapkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Maulid Nabi merupakan momentum bagi kita untuk kembali mengingat dan meneladani akhlak Rasulullah SAW. Beliau mengajarkan kepada kita tentang kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, saling membantu, serta pentingnya memperhatikan mereka yang membutuhkan,”ucapnya.
Yahya juga menyampaikan pesan kepada anak-anak panti agar tidak berhenti mengejar pendidikan dan terus membangun keyakinan terhadap masa depan.
“Kepada adik-adik sekalian, kami ingin menyampaikan bahwa kalian semua memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita dan masa depan yang baik. Jangan pernah berhenti belajar, tetap semangat, dan teruslah percaya bahwa setiap orang memiliki jalan dan kesempatan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain,” pesannya.
Selain edukasi, KATIBER menyerahkan bantuan sembako kepada pihak Panti Asuhan Muhammadiyah Lhokseumawe. Bantuan tersebut menjadi bagian dari aksi sosial RANGKUL sekaligus bentuk nyata semangat berbagi yang diusung dalam kegiatan.
Melalui kegiatan tersebut, KATIBER juga berupaya mempererat hubungan antara mahasiswa asal Kota Tebing Tinggi yang sedang menempuh pendidikan di Aceh dengan masyarakat dan keluarga besar Panti Asuhan Muhammadiyah Lhokseumawe.
KATIBER Lhokseumawe–Aceh Utara merupakan organisasi eksternal kampus yang mewadahi mahasiswa asal Kota Tebing Tinggi yang sedang menempuh pendidikan di Aceh. Organisasi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun kebersamaan, mempererat persaudaraan, menjalin silaturahmi serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (asp)

