ASPOST.ID – Harapan warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak mulai terwujud. Yayasan Buddha Tzu Chi telah merampungkan pembangunan 80 unit hunian tetap (huntap) bagi korban banjir yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025.
Puluhan rumah tersebut kini siap ditempati setelah secara simbolis diserahkan oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayah Wa, kepada perwakilan warga penerima manfaat di Gampong Alue Papen, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Senin (28/9/2026).
Penyerahan kunci huntap ini menjadi salah satu tahapan penting dalam pemulihan pasca bencana banjir di Aceh Utara. Dari total 120 unit yang ditargetkan, sebanyak 80 unit telah selesai dibangun dan diserahkan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ayah Wa bersama pengurus Yayasan Buddha Tzu Chi menyerahkan kunci rumah secara simbolis sekaligus meninjau langsung kondisi bangunan dan fasilitas yang disediakan bagi warga terdampak bencana.
Ia berharap keberadaan hunian tetap tersebut dapat memberikan kepastian tempat tinggal bagi masyarakat yang sebelumnya kehilangan rumah atau mengalami kerusakan parah akibat banjir.
“Kita berharap dengan adanya huntap ini, masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman dan layak. Gunakan dan rawat fasilitas yang sudah disediakan sebaik mungkin,”pinta Ayah Wa.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Buddha Tzu Chi atas kontribusinya dalam membantu masyarakat Aceh Utara bangkit dari dampak bencana. Menurutnya, dukungan berbagai pihak sangat berarti dalam mempercepat pemulihan kehidupan warga yang terdampak banjir.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi atas bantuan dan kepeduliannya kepada masyarakat yang terdampak banjir,” ungkapnya.
Di balik pembangunan hunian tersebut, persoalan keselamatan warga yang bermukim di kawasan rawan banjir juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Ayah Wa secara khusus mengingatkan masyarakat yang masih menempati rumah lama di sekitar bantaran Sungai Panton Labu agar mempertimbangkan risiko bencana sebelum kembali menghuni kawasan tersebut.
Ia menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, terutama bagi warga yang sebelumnya tinggal di wilayah yang rentan terdampak luapan sungai.
“Kita tidak ingin masyarakat kembali ke tempat yang rawan apabila memang sudah tidak aman untuk dihuni. Keselamatan masyarakat harus menjadi yang utama,” tegasnya.
Selain bangunan yang telah selesai dikerjakan, hunian tetap tersebut juga dilengkapi jaringan listrik dan sejumlah fasilitas dasar untuk mendukung kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat.
Sementara itu, Mukim Jambo Aye, Bukhari, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Yayasan Buddha Tzu Chi, PT PP, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan hunian bagi korban banjir.
Menurutnya, bantuan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat yang telah melewati masa sulit akibat bencana, khususnya warga yang kehilangan tempat tinggal atau rumahnya tidak lagi layak dihuni.
Penyerahan huntap ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mengembalikan kehidupan masyarakat menuju kondisi yang lebih baik setelah bencana. Kehadiran hunian permanen diharapkan dapat membantu warga menata kembali kehidupan keluarga mereka dengan lingkungan tempat tinggal yang lebih memadai.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Aceh Utara bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Pemerintah Aceh, dan pihak terkait turut meninjau kondisi fisik bangunan serta fasilitas hunian yang telah selesai dibangun.
Turut hadir perwakilan Dandim 0103 Aceh Utara, Kapolres Aceh Utara, Kajari Aceh Utara, anggota DPRK Aceh Utara, jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, unsur Muspika Tanah Jambo Aye, Imum Mukim Tanah Jambo Aye, tokoh masyarakat, serta warga penerima manfaat. (asp)

