ASPOST.ID- Banjir bandang terparah melanda Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara pada 26 November 2025. Sebanyak 47 gampong dilaporkan terendam, menyebabkan dampak besar bagi lebih dari 35.000 warga dan memaksa ribuan lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Data terbaru mencatat 10.000 lebih kepala keluarga (KK) atau sekitar 35.922 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini. Dari jumlah tersebut, 3.926 KK atau 13.024 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat genangan air dan kerusakan permukiman.
Camat Tanah Jambo Aye, Fauzi Saputra, S.IP, menyebutkan bahwa 16 gampong mengalami kerusakan berat, yakni Gampong Cot Biek, Malang Arongan, Pucok Alue, Lhok Rondek, Buket Padang, Matang Serdang, Alue Papeun, Matang Raya, Buket Jrat Manyang, Biram Rayek, Biram Cut, Ulee Glee, Meunasah Panton, Teupin Bayu, Matang Jurong, dan Lhok Bringen.
“Sebagian besar wilayah tersebut mengalami kerusakan signifikan pada permukiman warga dan fasilitas umum,” ujar Fauzi.
Kerusakan rumah tercatat sangat luas. Sebanyak 10.305 unit rumah terendam, dengan hampir 10.000 unit mengalami kerusakan, terdiri atas 1.572 rumah rusak berat, 4.386 rusak ringan, dan 3.899 rusak sedang.
Upaya penanganan darurat terus dilakukan oleh tim gabungan BPBD, TNI, Polri, serta relawan kemanusiaan. Sejumlah posko pengungsian telah didirikan dan bantuan logistik seperti bahan pangan, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya mulai disalurkan kepada warga terdampak.
Fauzi menegaskan pentingnya koordinasi dan ketepatan sasaran dalam distribusi bantuan.
“Bantuan harus disalurkan secara merata dan sesuai kebutuhan pengungsi di setiap posko gampong, agar tidak terjadi penumpukan atau ketimpangan,” katanya, Sabtu (20/12).
Petugas di lapangan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan intensif, mengingat curah hujan tinggi yang berpotensi memperburuk situasi. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Bencana ini juga menimbulkan korban jiwa. Hingga saat ini, 42 warga dinyatakan meninggal dunia, sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian asal warga dari Dusun Cot Me, Gampong Lhok Reudeup.
Sebagai pusat koordinasi, Posko Utama Penanganan Banjir dibuka di Gampong Rawang Itek. Posko ini menjadi titik pengumpulan dan distribusi bantuan dari berbagai pihak.
“Kami mengajak para dermawan menyalurkan bantuan melalui posko utama agar penanganan lebih terorganisir dan efektif,” tambah Fauzi.
Banjir bandang ini menjadi ujian berat bagi masyarakat Aceh Utara. Namun, dengan solidaritas lintas sektor dan dukungan berkelanjutan, diharapkan proses pemulihan dapat segera berjalan dan kehidupan warga berangsur normal kembali.
(asp)
