ASPOST.ID- Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Kuta Pase mengundang seluruh elemen masyarakat untuk menghadiri Haul ke-16 Wali Nanggroe Aceh, Almarhum Paduka Yang Mulia Dr. Tgk. Hasan Muhammad di Tiro, LL.D, yang akan digelar pada Rabu besok, 3 Juni 2026, di Masjid Jami’ At-Tahrir Kandang, Gampong Meunasah Manyang Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut akan diisi dengan doa bersama, zikir, tausiah, serta refleksi perjuangan Hasan Tiro dalam perjalanan sejarah Aceh.
Juru Bicara KPA Wilayah Kuta Pase, Halim Abe, mengatakan bahwa peringatan haul ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk mengenang jasa, pemikiran, dan perjuangan Hasan Tiro yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perjalanan politik dan perdamaian Aceh.
“Hasan Tiro merupakan sosok yang memiliki tempat tersendiri dalam sejarah Aceh. Melalui haul ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan almarhum sekaligus mengambil pelajaran dari semangat perjuangan, persatuan, dan kecintaan beliau terhadap Aceh,” ujar Halim Abe, dalam keterangannya kepada awak media, Selasa (2/6).
Menurutnya, kegiatan tersebut terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang organisasi maupun kelompok tertentu. Kehadiran masyarakat diharapkan menjadi simbol penghormatan terhadap tokoh yang dikenal luas sebagai pendiri Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sekaligus figur yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan sejarah modern Aceh.
Selain menjadi ajang silaturahmi, haul ini juga diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan menjaga semangat perdamaian yang telah terbangun di Aceh selama hampir dua dekade terakhir.
“Kami mengundang seluruh masyarakat Aceh, para tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, pemuda, serta keluarga besar pejuang Aceh untuk hadir dan bersama-sama memanjatkan doa bagi almarhum Hasan Tiro,” tambahnya.
Peringatan haul ke-16 ini dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan pemikiran dan perjuangan Hasan Tiro yang hingga kini masih menjadi bagian penting dalam dinamika sosial, politik, dan kebudayaan Aceh.
Acara tersebut diperkirakan akan dihadiri berbagai unsur masyarakat, tokoh Aceh, serta keluarga besar perjuangan yang selama ini terus menjaga nilai-nilai persatuan, kesatuan, martabat, dan perdamaian di Bumi Serambi Mekkah.(asp)

