ASPOST.ID- Puluhan pemuda dan pemudi asal Kota Lhokseumawe dibekali ilmu budidaya madu kelulut atau Trigona di Gampong Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, Rabu (29/6).
Kegiatan pelatihan itu dilaksanakan selama empat hari yang dimulai pada Senin (27/6) kemarin, sekaligus pembukaan oleh Wakil Ketua I, Komite II DPD RI, Dr. Ir. H. Abdullah Puteh, M.Si di Aula Kantor Camat Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan teori selama dua hari dan dua hari lagi langsung praktek kelokasi budidaya madu kelulut di Gampong Blang Poroh.

Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan secara optimal keahlian masyarakat dalam pemahaman dan pengelolaan Budidaya Lebah Madu Kelulut (Trigona Spp), sehingga dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat sekaligus melestarikan lingkungan hutan yang berada di Provinsi Aceh.
Peserta dibekali oleh pengajar dari Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pematangsiantar. Kemudian, praktek di lapangan selama dua hari pada Rabu-Kamis (29-30/6) dilokasi Budidaya Madu Kelulut “Kelompok Linot Alam Barona Lhokseumawe” milik Tgk Ridwan Yusuf di Dusun Cot Kuta Gampong Blang Poroh Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe.
Muhammad Ganda Saputra sebagai Widyaiswara Ahli Muda di Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pematangsiantar mengharapkan kepada peserta usai pelatihan budidaya madu kelulut ini dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan menerapkan di gampong masing-masing.
“Ada 30 peserta dari beberapa gampong di Lhokseumawe maka ketika sudah selesai pelatihan,minimal bisa menjalankan sendiri atau perkelompok untuk budidaya madu kelulut agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dari hasil produksi madu kelulut nantinya,”pintanya.

Disebutkan, kebetulan Aceh masuk dalam wilayah pelayanan pihaknya maka tahun ini kegiatan pelatihan bisa langsung turun kelokasi budidaya madu kelulut usai teori dua hari di Kantor Camat Banda Sakti Kota Lhokseumawe, pada Senin-Selasa (27-28/6).
“Selama pandemi Covid-19 kebiasaan pelatihan dilaksanakan secara online. Dan sekarang baru bisa dilakukan pelatihan secara tatap muka dan bisa langsung praktek dan menambah ilmu pengetahuan tentang budidaya madu kelulut bagi peserta,”ucapnya.
Sementara itu Ketua Kelompok Linot Alam Barona Lhokseumawe, Tgk Ridwan Yusuf di Dusun Cot Kuta Gampong Blang Poroh Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe menyebutkan, dirinya merespon dengan positif atas kepercayaan panitia pelaksana untuk pelatihan praktek budidaya madu kelulut di Gampong Blang Poroh.

“Jadi metode yang kita ajarkan yakni motode topping merupakan inovasi dari Budidaya konvensional yang biasa melakukan Budidaya dengan menggunakan media asli lebah trigona di alam yang bersarang di kayu berlubang, media tersebut awalnya berupa kayu gelondongan yang pada salah satu bagian sisinya dibuat pintu dari lembaran papan untuk memudahkan pemanenan,”ucapnya, seperti dilansir harianrakyataceh.
Ia juga menyampaikan, dirinya sudah menggeluti budidaya madu kelulut sejak tahun 2015 dengan modal sendiri tanpa ada dukungan dana dari Pemerintah Kota Lhokseumawe. “Saat ini kami memiliki 50 kotak madu kelulut yang siap panen dan kalau dalam sebulan bisa menghasilkan 10 hingga 15 kilo madu kelulut,”katanya. (rakyataceh/asp)

