ASPOST.ID- Wali Kota Lhokseumawe, Dr.Sayuti Abubakar, SH.,MH melantik 24 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Lhokseumawe, Jumat (9/10/2026). Dalam pelantikan tersebut, dua pejabat pimpinan tinggi pratama turut mendapat penugasan baru, yakni Bukhari sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Yuswardi sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG).
Pelantikan yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kota Lhokseumawe itu mencakup dua pejabat setingkat eselon II, 14 pejabat administrator setingkat eselon III, serta delapan pejabat pengawas setingkat eselon IV.
Bukhari sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota Lhokseumawe Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik. Sementara itu, Yuswardi yang sebelumnya memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kini dipercaya mengemban tugas di DPMG.
Dua jabatan itu, selama ini diduduki oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kadis pasca pencopotan pejabat definitif.
Pergeseran jabatan tersebut menjadi bagian dari penataan birokrasi Pemko Lhokseumawe. Namun, tantangan utama setelah pelantikan bukan sekadar perubahan posisi, melainkan kemampuan para pejabat menerjemahkan amanah jabatan menjadi peningkatan kinerja dan pelayanan yang dirasakan langsung masyarakat.
Dalam sambutannya, Sayuti menegaskan bahwa pelantikan dan rotasi jabatan merupakan bagian dari penyegaran organisasi untuk mendorong peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN).
Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik menjalankan tugas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta mendukung visi dan misi pemerintah kota dalam mewujudkan Lhokseumawe sebagai kota yang cerdas dan layak huni.
Menurut Sayuti, tuntutan terhadap ASN semakin besar seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, responsif, dan efektif. Karena itu, aparatur pemerintah diminta mampu beradaptasi dengan digitalisasi pelayanan.
“PNS harus cepat tanggap terhadap perkembangan digitalisasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Sayuti dalam sambutannya.
Selain transformasi digital, Sayuti menyoroti tanggung jawab pemerintah dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih dan nyaman. Penataan taman kota serta penyediaan ruang hijau yang memadai, menurutnya, menjadi bagian penting dalam mewujudkan Lhokseumawe sebagai kota layak huni.
Pejabat Diminta Tinggalkan Pola Kerja Lama
Sayuti juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam pengelolaan sumber daya manusia dan tata kerja organisasi perangkat daerah (OPD). Ia meminta para kepala dinas meningkatkan kinerja serta memastikan setiap program berjalan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Ia menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap kinerja pejabat di setiap dinas. Dengan demikian, pejabat yang baru dilantik dituntut menunjukkan hasil kerja yang terukur, bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif.
“Saya minta kepada para kepala organisasi perangkat daerah agar benar-benar meningkatkan kinerjanya. Saya akan evaluasi terhadap kinerja di masing-masing dinas,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa penempatan pejabat harus diikuti tanggung jawab nyata dalam menjalankan program pemerintah dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Sayuti bahkan mengingatkan ASN agar tidak bermain-main dengan amanah jabatan. Ia menilai kelalaian dalam menjalankan tugas bukan hanya persoalan kedisiplinan internal, tetapi juga menyangkut tanggung jawab aparatur terhadap negara dan masyarakat.
“Saya tidak mau ada lagi ASN yang bermain-main dengan tugas. ASN adalah abdi masyarakat dan abdi negara,” tegasnya.
Setelah pelantikan ini, perhatian publik akan tertuju pada langkah konkret para pejabat dalam menjalankan tanggung jawab baru mereka. Peningkatan kualitas pelayanan, percepatan program kerja, penataan lingkungan kota, serta penguatan pelayanan berbasis digital menjadi sejumlah aspek yang dapat digunakan masyarakat untuk melihat hasil kinerja pemerintah.
Pada akhirnya, keberhasilan rotasi jabatan tidak cukup diukur dari terselenggaranya pelantikan, tetapi dari perubahan kinerja birokrasi dan manfaat nyata yang dirasakan warga Kota Lhokseumawe. (asp)

