ASPOST.ID- Suasana demokrasi tingkat gampong terasa di berbagai penjuru Kota Lhokseumawe, Ahad (20/9/2026). Sebanyak 47 gampong di empat kecamatan secara serentak menggelar Pemilihan Keuchik Gampong (Pilchikgam), sebuah momentum penting dalam perjalanan pemerintahan gampong di Kota Lhokseumawe.
Untuk memastikan seluruh tahapan pemungutan suara berlangsung aman dan tertib, Wakapolres Lhokseumawe Kompol Iswahyudi turun langsung melakukan pemantauan ke sejumlah lokasi pemilihan.
Salah satu lokasi yang terpantau media, orang nomor dua di Polres Lhokseumawe berada di Gampong Blang Poroh dan Gampong Lhok Mon Puteh, Kecamatan Muara Dua. Di lokasi tersebut, Kompol Iswahyudi melihat langsung proses pelaksanaan pemilihan sekaligus memantau situasi keamanan dan partisipasi masyarakat.
Kehadiran jajaran kepolisian di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga agar seluruh proses demokrasi gampong berjalan kondusif, aman, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya secara tertib.
Pilchikgam serentak 2026 memiliki catatan tersendiri bagi Kota Lhokseumawe. Untuk pertama kalinya, pemilihan keuchik dilaksanakan secara serentak di 47 gampong dari 68 yang tersebar di Kecamatan Banda Sakti, Muara Dua, Muara Satu dan Blang Mangat.
Pemko Lhokseumawe sebelumnya telah menetapkan 20 September 2026 sebagai hari pemungutan suara. Sebanyak 146 calon keuchik dari 47 gampong ikut dalam kontestasi tersebut, terdiri dari 144 calon laki-laki dan dua calon perempuan.
Pelaksanaan Pilchikgam serentak ini sekaligus menjadi ujian kedewasaan demokrasi masyarakat di tingkat paling dekat dengan kehidupan warga. Perbedaan pilihan menjadi bagian dari proses, sementara keamanan, persaudaraan dan ketertiban tetap menjadi kepentingan bersama.
Di tengah proses pemungutan suara, pemantauan aparat keamanan juga menjadi bagian penting untuk memastikan pesta demokrasi tingkat gampong berlangsung sesuai ketentuan dan tetap dalam suasana kondusif.
Bagi Lhokseumawe, Pilchikgam 2026 bukan sekadar agenda pemilihan pemimpin gampong. Momentum ini menjadi bagian dari proses memperkuat pemerintahan gampong sekaligus menentukan figur yang akan mengemban amanah masyarakat untuk periode kepemimpinan berikutnya.
Pemerintah Kota Lhokseumawe sebelumnya juga mengimbau seluruh pihak, termasuk calon, pendukung dan masyarakat, menjaga persatuan serta menerima proses demokrasi secara dewasa. (asp)

