ASPOST.ID – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik perundungan terus diperkuat. Tim dosen Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar penyuluhan bertema pencegahan bullying kepada sekitar 90 siswa kelas II SDIT Bunayya, Jumat, 17 Juli 2026.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut berlangsung interaktif dengan pendekatan edukatif yang disesuaikan dengan usia peserta. Melalui metode komunikasi yang sederhana, permainan edukatif, dan sesi tanya jawab, para siswa diajak memahami pentingnya menghargai sesama serta membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.
Program pengabdian ini diketuai oleh Dr. Arnita, S.H., M.H. dengan anggota Fauzah Nur Aksa, S.Ag., M.H., Tri Widya Kurniasari, S.H., M.Hum., dan Nuribadah, S.H., M.H.
Selama kegiatan berlangsung, tim dosen turut didampingi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) Nurlina, S.Pd., Guru Kelas II.1 Cut Nurhasanah, Guru Kelas II.2 Annisa, serta Guru Kelas II.3 Zulya Afriani, yang aktif mendampingi para siswa mengikuti seluruh rangkaian penyuluhan.
Dalam pemaparannya, tim dosen menjelaskan berbagai bentuk bullying, dampak negatif yang ditimbulkan terhadap korban maupun pelaku, serta pentingnya membangun sikap empati, saling menghargai, dan keberanian untuk melaporkan tindakan perundungan kepada guru maupun orang tua.
Materi disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak-anak, disertai contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya siswa yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman selama sesi diskusi berlangsung.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Arnita, S.H., M.H., menegaskan bahwa pendidikan karakter dan pencegahan bullying harus ditanamkan sejak usia dini sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang berkarakter, berempati, dan menghormati hak orang lain.
“Melalui edukasi ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa setiap anak berhak merasa aman dan dihargai di sekolah. Kami berharap para siswa berani menolak segala bentuk perundungan, saling melindungi, serta tidak ragu melapor kepada guru atau orang tua apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan bullying,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SDIT Bunayya, Yusmadi, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas inisiatif Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh yang menghadirkan edukasi hukum dan pendidikan karakter secara langsung kepada para siswa.
Menurutnya, penyuluhan semacam ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat budaya sekolah yang ramah anak, sekaligus menanamkan nilai kepedulian, toleransi, dan saling menghormati sejak usia sekolah dasar.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga mampu membangun karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan berani menjadi agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari bullying,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia pendidikan dasar, penyuluhan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat gerakan pencegahan bullying sejak dini, sekaligus membangun generasi yang berintegritas, berempati, dan mampu menciptakan budaya sekolah yang positif bagi seluruh warga sekolah.(*)

