ASPOST.ID-Direktur PT Pembangunan Lhokseumawe (PTPL), Habibillah, memimpin langsung aksi kemanusiaan membersihkan Dayah Darul Ma’arif di Gampong Samuti Makmur, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, yang terdampak banjir dan longsor pada 26 November 2025.
Aksi cepat tersebut dilakukan bersama Relawan Kemanusiaan Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe sebagai bentuk respons nyata terhadap kondisi pesantren yang tertimbun lumpur dan sampah pascabencana. Kegiatan serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Utara yang mengalami dampak banjir, dengan fokus pada pembersihan fasilitas umum.
Ketua Relawan Kemanusiaan Pemko Lhokseumawe, Habibillah, SE, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari respon cepat kemanusiaan pascabencana.
Ia mengatakan, gotong royong ini bertujuan mempercepat pemulihan lingkungan pesantren agar kembali bersih, sehat, dan layak digunakan, sehingga aktivitas pendidikan para santri dapat segera berjalan normal.
Misi kemanusiaan ini melibatkan sinergi lintas instansi, antara lain unsur Kodim 0103/Aceh Utara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe, serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Lhokseumawe.
Pembersihan lumpur, sampah, dan penataan kembali lingkungan dayah dilaksanakan pada Sabtu (3/1), menyasar halaman, ruang belajar, asrama, hingga saluran drainase.
DLH Kota Lhokseumawe menurunkan armada pengangkut sampah dan peralatan kebersihan, sementara Damkar turut melakukan penyemprotan area terdampak guna mempercepat proses pemulihan lingkungan.
“Banjir tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada kenyamanan dan kesehatan lingkungan pesantren. Sesuai arahan Bapak Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH, MH, kami hadir untuk membantu pembersihan dampak banjir bandang dan mempercepat pemulihan agar proses belajar santri dapat segera dimulai kembali, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan,” ujar Habibi.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan hasil koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Danrem 001/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran.
“Sinergi antara relawan, TNI, dan perangkat daerah menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan aksi nyata yang langsung dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Lettu Inf M. Ali, selaku Kepala Regu dari Kodim 0103/Aceh Utara, menegaskan bahwa keterlibatan TNI merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial dan respon cepat terhadap kondisi pascabencana.
“Kehadiran kami adalah wujud darma bakti TNI untuk membantu masyarakat bangkit pascabanjir. Kondisi dayah sangat membutuhkan perhatian karena kerusakan fasilitas dan sarana prasarana yang cukup parah,” ungkapnya.
Pimpinan Dayah Darul Ma’arif, Ayah Syeh Ghazali, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Banjir sempat mengganggu aktivitas belajar santri. Kehadiran relawan, TNI, dan instansi terkait sangat membantu pemulihan lingkungan dayah. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Lhokseumawe, Relawan Kemanusiaan, dan TNI atas kepedulian yang diberikan. Semoga sinergi ini terus berlanjut,” tuturnya.
Melalui program Bersih Pesantren, Relawan Kemanusiaan Pemko Lhokseumawe berharap dapat mempercepat pemulihan lingkungan pendidikan keagamaan sekaligus memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial antarwilayah pascabencana. (asp)
