ASPOST.ID- Anggota Komisi V DPR RI, H. Ruslan M. Daud, SE.,M.A.P, akrab disapa HRD, turut hadir dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu (9/07/2025).
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Ir. Dody Hanggodo, MPE dan Wakil Menteri PU Ir. Diana Kusumastuti, M.T, juga langsung hadir dalam Rapat Kerja tersebut.
Pembahasan pada Raker itu diantaranya mengenai evaluasi pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025 sampai bulan Juli. Kemudian pembicaraan pendahuluan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) K/L & Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun Anggaran 2026.
“Bapak Menteri, saya pikir tadi kita telah sampaikan dalam bisik-bisik waktu pak Menteri datang dan ibu Wamen juga, banyak tadi saya cerita,”kata HRD yang juga Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam Raker Komisi V DPR-RI bersama Menteri Pekerjaan Umum.
“Ini ada saya titip,ada makhluk didalam ini pak Menteri, jadi tidak usah saya sampaikan lagi, makhluk ini saya titipkan kepada pak Menterilah, semoga makhluk ini sampai ke Aceh,”ucap mantan Bupati Kabupaten Bireuen ini.
Namun, secara spontan Menteri PU menjawab cocok. Kemudian, disahut lagi oleh HRD cocok pak menteri ya.
Dalam forum tersebut, HRD memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan langsung proposal pembangunan infrastruktur untuk Provinsi Aceh, yang merupakan Daerah Pemilihannya (Dapil).
Proposal yang diserahkan kepada Menteri Pekerjaan Umum berisi sejumlah usulan program strategis yang dibutuhkan masyarakat Aceh guna mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat Aceh.

Untuk diketahui, pernyataan HRD ada titipan “Makhluk”, mungkin sebagai bahasa sindiran.
Berikut beberapa kemungkinan tafsir atau respon terhadap kalimat tersebut, tergantung pada niat dan konteksnya.
Sindiran atau kritikan Halus Bisa jadi “makhluk ini” merujuk pada sesuatu (misalnya, bantuan dan program infrastruktur) yang diharapkan bisa sampai ke Aceh, namun belum terealisasi.
Dalam konteks ini, disebutnya Haji Ruslan M. Daud yang membidangi infrastruktur dan transportasi mungkin sebagai bentuk sindiran agar Menteri PU memperhatikan hal tersebut.
Kalimat ini juga bisa diartikan sebagai harapan serius agar sesuatu yang penting seperti bantuan pemerintah, proyek pembangunan, atau transportasi baru benar-benar dikirim atau sampai ke Aceh. (asp)
