ASPOST.ID – Persoalan pengelolaan sampah di perkotaan tidak cukup hanya mengandalkan kesadaran masyarakat. Ketersediaan armada dan kemampuan pemerintah menjangkau seluruh titik pengangkutan menjadi bagian penting dalam memastikan sampah tidak menumpuk dan berujung mengganggu kualitas lingkungan.
Di tengah kebutuhan tersebut, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan satu unit truk pengangkut sampah kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Rabu (7/10/2026) siang.
Bantuan tersebut diserahkan Sekretaris Perusahaan PIM, Syahrul Kamal, dan diterima langsung Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H. di Kantor Wali Kota Lhokseumawe.
Armada yang diberikan berupa Hino Dutro 136 HDX yang telah dilengkapi bak pengangkut sampah, dokumen kendaraan serta perlengkapan standar pabrik. Kendaraan tersebut memiliki daya angkut sekitar 5–7 ton dengan kapasitas bak 6–8 meter kubik.
Tambahan armada ini diharapkan tidak sekadar menambah jumlah kendaraan operasional, tetapi mampu memperkuat kapasitas pemerintah dalam mengangkut sampah dari kawasan permukiman dan titik-titik pelayanan yang selama ini membutuhkan dukungan armada.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam menjawab persoalan lingkungan yang membutuhkan penanganan secara berkelanjutan.
Sekretaris Perusahaan PIM, Syahrul Kamal, mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk ikut mendorong terciptanya lingkungan perkotaan yang bersih, sehat dan nyaman.
Menurutnya, persoalan kebersihan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha.
“Kebersihan kota merupakan bagian penting dari kualitas hidup yang baik dan menjadi tanggung jawab kita bersama,” kata Syahrul.
Sementara itu, Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar mengapresiasi dukungan PIM terhadap penguatan sarana pelayanan kebersihan di daerah tersebut.
Menurutnya, tambahan armada diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengangkutan sampah sekaligus memperkuat pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
“Bantuan ini bukan hanya menambah armada operasional, tetapi juga menjadi bentuk sinergi nyata antara pemerintah dan PIM dalam menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujar Sayuti.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga persoalan kebersihan tidak hanya ditangani melalui kegiatan pengangkutan sampah, tetapi juga melalui upaya membangun kesadaran masyarakat dalam mengurangi dan mengelola sampah dari sumbernya.
Tidak Berhenti pada Bantuan Armada
Dukungan PIM terhadap pengelolaan lingkungan di Lhokseumawe dan sekitarnya tidak hanya diwujudkan melalui bantuan kendaraan. Perusahaan juga menjalankan sejumlah program lingkungan, di antaranya bantuan bag compost untuk sekolah Adiwiyata, penyediaan wadah sampah terpilah, bantuan bibit tanaman produktif hingga kegiatan Coastal Clean Up di sejumlah kawasan pesisir desa binaan.
Rangkaian program tersebut diarahkan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus memperkuat pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Bantuan armada kepada Pemko Lhokseumawe ini juga melanjutkan dukungan serupa yang sebelumnya diberikan PIM kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Dalam penyerahan di Lhokseumawe, turut dihadiri Plt Asisten I Setdako Mirdha Ihsan, S.STP
Dari jajaran PIM hadir Vice President TJSL PIM Heri Afriadi Aka, Vice President Komunikasi dan Administrasi Korporat Mahsurizal, Koordinator Komunikasi Korporat Dedi Ikhsan serta sejumlah jajaran staf.
Usai prosesi penyerahan, Wali Kota Lhokseumawe juga melakukan test drive untuk memastikan kesiapan kendaraan sebelum digunakan mendukung operasional pengangkutan sampah di wilayah Kota Lhokseumawe.
Dengan tambahan armada tersebut, tantangan berikutnya berada pada bagaimana kendaraan dapat dimanfaatkan secara optimal, memiliki pola operasional yang efektif, serta benar-benar memperluas jangkauan pelayanan kebersihan bagi masyarakat.
Sebab, armada baru pada akhirnya bukan sekadar simbol dukungan, melainkan harus terlihat dampaknya di lapangan: sampah terangkut lebih cepat, jangkauan pelayanan meningkat, dan lingkungan kota semakin terawat.(asp)

