ASPOST.ID – Pemberdayaan perempuan tani mulai diarahkan pada penguatan kemandirian ekonomi dan pengembangan usaha produktif. Melalui Program BUNGA (Bayer untuk Perempuan Tani Gemilang dan Berdaya), perempuan tani di Kabupaten Aceh Utara diminta tidak hanya meningkatkan keterampilan bercocok tanam, tetapi juga mampu mengembangkan usaha pertanian yang bernilai ekonomi.
Upaya tersebut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Ir. Mirza Gunawan, S.T., M.A.P., CPSp., CCMS., menilai pemberdayaan perempuan tani merupakan bagian penting dalam memperkuat ekonomi keluarga sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Program BUNGA yang digelar di Lapangan Bumi Gas, Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas, Kamis (1/10/2026).
Menurut Mirza, perempuan memiliki kontribusi besar dalam rantai sektor pertanian, mulai dari proses budidaya, pengolahan hasil panen, hingga pemasaran produk. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar perempuan tani memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan pendapatan dan membangun kemandirian ekonomi.
“Pemberdayaan perempuan tani bukan sekadar memberikan pengetahuan, melainkan bagaimana membangun keterampilan, membuka peluang usaha, dan menciptakan kemandirian ekonomi yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga,”kata Mirza yang juga ikut dalam seleksi terbuka JPT Pratama Aceh Utara ini.
Ia menegaskan, pembangunan pertanian tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Kemampuan petani dalam menciptakan nilai tambah, mengembangkan inovasi, mengelola usaha, serta membaca peluang pasar juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Perempuan Tani Harus Menjadi Penggerak Ekonomi
Menurut Mirza, perempuan tani memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri dan produktif. Hasil pertanian yang selama ini dijual dalam bentuk bahan mentah, misalnya, dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga membuka peluang pendapatan baru.
Karena itu, peningkatan kapasitas perempuan tani perlu diarahkan pada penguasaan keterampilan praktis, pengembangan kreativitas, serta kemampuan mengelola usaha sesuai dengan potensi dan kebutuhan pasar.
“Kita ingin perempuan tani semakin tangguh, mandiri, inovatif, dan kompeten. Mereka harus memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi, memanfaatkan sumber daya lokal, serta menciptakan peluang ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.
Ia berharap Program BUNGA dapat menjadi salah satu sarana untuk memperluas wawasan perempuan tani, sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha pertanian yang mampu bersaing dan berkembang secara berkelanjutan.
Pendampingan Menjadi Kunci Keberhasilan
Lebih lanjut, Mirza mengingatkan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak cukup diukur dari jumlah peserta maupun terlaksananya kegiatan. Hal terpenting adalah sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam aktivitas pertanian dan pengembangan usaha.
Menurutnya, edukasi yang diberikan harus dilanjutkan dengan pendampingan secara berkesinambungan agar para perempuan tani mampu menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Edukasi harus berlanjut sampai ke lapangan. Pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan seperti ini perlu diterapkan secara nyata, sehingga memberikan manfaat bagi peningkatan produktivitas dan pengembangan usaha pertanian,” tegasnya.
Dalam hal tersebut, penyuluh pertanian memiliki peran strategis untuk mendampingi kelompok perempuan tani, mulai dari penerapan teknik budidaya, pengelolaan usaha, hingga pengembangan potensi pertanian sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
Dengan pendampingan yang tepat, perempuan tani diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan keluarga dan kelompoknya.
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Perkuat Pertanian
Mirza juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat pemberdayaan perempuan tani di Aceh Utara. Sinergi antara pemerintah daerah, TP-PKK Kabupaten Aceh Utara, PT Bayer Indonesia, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan masyarakat dinilai dapat memperluas jangkauan program sekaligus meningkatkan keberlanjutannya.
Menurutnya, pembangunan sektor pertanian membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama dalam membuka akses pengetahuan, teknologi, pendampingan, dan peluang pengembangan usaha bagi petani.
“Kami mengapresiasi dukungan PT Bayer Indonesia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat agar pemberdayaan perempuan tani tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha dapat terus dikembangkan melalui berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani.
Perkuat Ketahanan Pangan dari Keluarga
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Pertanian dan Pangan, lanjut Mirza, akan terus mendukung berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap Program BUNGA dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan pertanian, sekaligus membuka peluang usaha baru di tingkat keluarga dan masyarakat.
Dengan peningkatan keterampilan, pendampingan berkelanjutan, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan, perempuan tani Aceh Utara diharapkan semakin berdaya dalam mengelola potensi pertanian, meningkatkan nilai tambah hasil produksi, dan memperluas peluang ekonomi.
Pada akhirnya, penguatan peran perempuan tani tidak hanya diharapkan meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sektor pertanian Aceh Utara yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan serta memperkuat ketahanan pangan daerah.(asp)


