ASPOST.ID – Hubungan TNI dan Ulama dinilai bukan sekadar kemitraan simbolis, melainkan bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat persatuan, dan merawat kehidupan beragama serta perdamaian di Aceh.
Pesan tersebut disampaikan ulama kharismatik Aceh yang juga Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara, Tengku Haji Abdul Manan akrab disapa Abu Manan, saat menerima kunjungan Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf T. Mustafa Kamal bersama Komandan Kodim (Dandim) 0103/Aceh Utara Letkol Inf Faisal, S.Sos., M.Si., di kediamannya, Gampong Alue, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Selasa (27/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Abu Manan menegaskan bahwa TNI dan ulama memiliki peran berbeda, tetapi saling berkaitan dalam menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.
TNI bertanggung jawab menjaga pertahanan dan kedaulatan negara, sementara ulama berperan membimbing umat, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta menjaga moral dan kehidupan sosial masyarakat. Keduanya, menurut Abu Manan, perlu terus membangun hubungan yang harmonis demi terciptanya suasana aman dan damai.
Ia mengibaratkan hubungan TNI dan ulama seperti dua bayi kembar, sebuah perumpamaan yang menggambarkan kedekatan dan keterkaitan peran keduanya.
“Jika TNI terganggu, kami para ulama juga ikut terganggu. Sebab, tanpa agama negara bisa hancur, sementara tanpa negara, musuh akan mudah masuk ke dalam negeri,” ujar Abu Manan.
Pernyataan itu menegaskan bahwa keamanan negara dan kehidupan beragama tidak seharusnya dipandang sebagai dua kepentingan yang berjalan sendiri-sendiri. Keduanya membutuhkan dukungan, komunikasi, dan tanggung jawab bersama agar masyarakat dapat hidup dalam suasana tenteram.
Ulama Bukan Sekadar Simbol dalam Menjaga Kedamaian
Bagi masyarakat Aceh, ulama memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Karena itu, komunikasi antara TNI dan ulama dinilai perlu terus dirawat, bukan hanya melalui kunjungan silaturahmi, tetapi juga lewat kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf T. Mustafa Kamal mengatakan nasihat dan pandangan ulama memiliki arti penting dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI di tengah masyarakat.
Menurutnya, hubungan harmonis dengan tokoh agama menjadi salah satu unsur penting dalam membangun komunikasi sosial, menjaga ketenteraman, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemeliharaan keamanan.
Ia berharap silaturahmi tersebut tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi berlanjut menjadi komunikasi dan kolaborasi yang berkesinambungan.
Pada kesempatan itu, Abu Manan juga mendoakan agar Danrem 011/Lilawangsa dan Dandim 0103/Aceh Utara senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalankan amanah pengabdian kepada bangsa dan negara.
Silaturahmi ini menjadi pengingat bahwa menjaga kedamaian tidak hanya bertumpu pada kekuatan pertahanan dan keamanan, tetapi juga membutuhkan pendekatan sosial, keteladanan, serta keterlibatan tokoh agama.
Di tengah beragam tantangan kehidupan masyarakat, sinergi TNI dan ulama diharapkan mampu terus memperkuat persatuan, menjaga stabilitas, dan mendukung terwujudnya Aceh yang aman, damai, serta harmonis.(asp)

