ASPOST.ID- Ruang Theater Gedung TDC Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) dipenuhi semangat antusiasme, Rabu (23/7), saat Jurusan Teknik Mesin (JTM) menggelar kuliah umum bertema “Mobil Listrik dari Perspektif Teknik Mesin: Desain, Material dan Efisiensi.”

Acara ini menjadi momen penting untuk menggali lebih dalam soal teknologi mobil listrik yang semakin menjadi tren masa depan. Kuliah umum ini tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga membangkitkan kesadaran akan tanggung jawab ekologis generasi teknik.

Dibuka Langsung oleh Direktur PNL
Direktur PNL, Dr (C). Ir. Rizal Syahyadi, membuka acara dengan menekankan bahwa pendidikan vokasi harus membentuk mahasiswa yang bukan hanya terampil, tapi juga berani berinovasi. Ia menyebut mobil listrik sebagai simbol perubahan menuju kehidupan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Forum seperti ini adalah fondasi lahirnya pemimpin masa depan yang mampu menciptakan solusi inovatif,” ujar Rizal.

Narasumber dari Universitas Syiah Kuala dan PII

Kuliah umum ini menghadirkan dua pembicara dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Banda Aceh yang juga dosen Universitas Syiah Kuala:
Prof. Dr. Ir. Iskandar, ST., M.Eng.Sc.
Dr. Ir. Muhammad Tadjuddin, ST., M.Eng.Sc.

Prof. Iskandar membahas pentingnya sinergi antara desain mekanik, material yang digunakan, dan efisiensi energi dalam pengembangan mobil listrik.

Sementara itu, Dr. Tadjuddin mendorong mahasiswa untuk aktif dalam riset dan ikut serta dalam revolusi industri otomotif, bukan hanya sebagai penonton, tapi pencipta inovasi.

Dihadiri Lebih dari 170 Peserta
Acara ini sukses menarik lebih dari 130 mahasiswa dan 40 dosen, serta dihadiri oleh para Wakil Direktur, Ketua Jurusan, Kepala Unit Akademik, hingga Koordinator Humas PNL. Ini menunjukkan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas unit, bukan hanya agenda akademik semata.

Pendidikan Teknik Harus Relevan dengan Dunia Industri

Ketua Jurusan Teknik Mesin, Hamdani, ST., MT., menegaskan pentingnya menghubungkan teori di kelas dengan praktik di lapangan. Ia mengatakan bahwa pendidikan teknik harus menjawab kebutuhan industri dan menciptakan inovasi yang relevan.

PNL pun terus memperkuat kerja sama dengan dunia usaha dan industri (DUDI), serta rutin menghadirkan praktisi sebagai narasumber di forum-forum ilmiah.

Tanggung Jawab Sosial dan Ekologis

Ketua Panitia, Prof. Dr. Ir. Indra Mawardi, ST., MT., mengatakan bahwa mobil listrik bukan hanya soal teknologi, tapi juga bagian dari tanggung jawab sosial dan ekologis mahasiswa teknik masa kini. Ia berharap kuliah umum ini bisa memperluas wawasan mahasiswa dalam memahami tantangan global di sektor energi dan transportasi.

“Kita ingin mahasiswa tidak hanya paham teknologi, tapi juga sadar akan dampaknya bagi masa depan bumi,” katanya.

Menyiapkan Generasi Inovatif dan Tangguh

Dengan kegiatan ini, PNL kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pendidikan vokasi yang siap melahirkan lulusan kompeten, inovatif, dan berdaya saing global. Dari ruang kuliah di Buketrata, semangat menuju peradaban hijau dan efisien terus dikobarkan.

“Kami ingin menanamkan semangat berpikir kritis dan berkarya nyata dalam setiap mahasiswa teknik mesin,” tutup Hamdani. (asp)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version