ASPOST.ID- Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI turun langsung memberikan dukungan psikososial kepada penyintas banjir di Gampong Simpang Tiga dan Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (11/1/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental masyarakat terdampak. Penanggung Jawab Health Emergency Operational Center (HEOC) Aceh Utara, dr. Maidar, M.Kes., mengatakan pemulihan psikososial merupakan komponen penting dalam respons darurat kesehatan.
“Pemulihan penyintas banjir diarahkan secara menyeluruh, termasuk aspek kesehatan mental. Untuk itu, dukungan psikososial terus kami perkuat melalui kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Kesehatan,” ujar Maidar.
Pada Minggu tersebut, Tim TCK Puskrus Kemenkes melaksanakan kegiatan di dua lokasi. Di Puskesmas Simpang Tiga, layanan berlangsung pukul 09.00–10.30 WIB dengan sasaran kelompok ibu, ayah, dan anak-anak. Sementara di Desa Geudumbak, kegiatan dilakukan pukul 11.00–12.30 WIB dengan fokus pada kelompok ibu, remaja, dan anak-anak.
Di Puskesmas Simpang Tiga, pendampingan psikologis diberikan secara individual. Empat penyintas laki-laki teridentifikasi mengalami gangguan kecemasan, sulit tidur, serta kelelahan fisik akibat dampak bencana. Tim psikolog memberikan konseling untuk membantu mengelola stres dan memperkuat mekanisme koping.
Sementara itu, di Desa Geudumbak, anak-anak menunjukkan gejala trauma seperti gangguan konsentrasi dan rasa takut berlebihan saat hujan turun. Pendekatan trauma healing dilakukan melalui permainan edukatif dan aktivitas kreatif untuk membangun kembali rasa aman serta meningkatkan kepercayaan diri anak-anak.
Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, Dr. Fauzan, MPA., menegaskan bahwa perhatian terhadap kesehatan mental merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pemulihan pascabencana.
“Pemerintah daerah memandang pemulihan psikososial sebagai kebutuhan mendasar. Masyarakat tidak hanya perlu pulih secara fisik, tetapi juga secara mental agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik,” kata Fauzan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Abdurrahman, SKM., M.Si., menekankan pentingnya keberlanjutan layanan psikososial, terutama di tengah keterbatasan tenaga kesehatan daerah yang juga terdampak bencana.
“Dukungan ini sangat membantu. Sinergi dengan Kementerian Kesehatan menjadi kekuatan penting untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Agus Jamaludin, SKM., M.Kes., menyampaikan bahwa penugasan psikolog klinis merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi masyarakat terdampak bencana.
“Pemulihan harus dilakukan secara menyeluruh. Dukungan psikososial ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan masyarakat sekaligus menjaga ketahanan tenaga kesehatan di wilayah terdampak,” jelas Agus.
Dr. Maidar menambahkan bahwa kegiatan dukungan psikososial akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. “Pendampingan psikologis ini merupakan bagian penting dari respons kesehatan darurat dan pemulihan jangka menengah. Kami memastikan layanan menjangkau kelompok rentan secara tepat dan berkelanjutan,” pungkasnya.(red)
