ASPOST.ID-Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Utara meninggalkan dampak kerusakan berskala besar serta krisis kemanusiaan berkepanjangan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara mencatat sebanyak 433.064 jiwa atau 124.549 kepala keluarga (KK) terdampak langsung oleh bencana tersebut.
Banjir tidak hanya merendam kawasan permukiman, tetapi juga melumpuhkan infrastruktur dasar dan sumber penghidupan masyarakat. Ribuan rumah mengalami kerusakan parah dan hilang serta fasilitas publik tidak berfungsi. sementara lahan pertanian dan tambak yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal rusak parah.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Utara, Jamaluddin, menyebutkan kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana diperkirakan melebihi Rp20 triliun. Dana tersebut dibutuhkan untuk pemulihan rumah warga, pembangunan kembali infrastruktur publik, pemulihan sektor ekonomi, serta penataan ulang wilayah terdampak.
“Kita membutuhkan lebih dari Rp20 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir di Aceh Utara,” ujar Jamaluddin, di konfirmasi aspost.id, Kamis (1/1/26).
Berdasarkan data Posko Bencana Banjir BPBD Aceh Utara per 1 Januari 2026, tercatat 19.047 KK atau 67.876 jiwa masih mengungsi di 210 titik pengungsian. Jumlah korban meninggal dunia mencapai 216 orang, sementara enam orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Kerusakan fisik akibat banjir terbilang masif. Sebanyak 72.364 unit rumah warga terendam, dengan rincian 3.506 unit hilang, 6.236 unit rusak berat, 16.325 unit rusak sedang, dan 20.280 unit rusak ringan. Di sektor pertanian, banjir merendam 14.509 hektare sawah serta 10.674 hektare tambak, memperbesar ancaman terhadap ketahanan pangan dan pendapatan masyarakat.
Pemerintah daerah menilai proses pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh Utara akan membutuhkan waktu panjang, mengingat luasnya wilayah terdampak serta besarnya skala kerusakan. Koordinasi lintas pemerintah dan dukungan dari pemerintah pusat dinilai krusial agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. (asp)
