ASPOST.ID- Dukungan terhadap perjuangan kemanusiaan di Timur Tengah terus menggema hingga ke ujung barat Indonesia. Forum Peduli Iran–Palestina (FP-IP) Lhokseumawe menginisiasi aksi solidaritas besar yang akan dipusatkan di halaman Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe pada Senin besok (20/4), dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Ketua FP-IP Lhokseumawe, Sulaiman Daud, menyampaikan bahwa aksi ini diproyeksikan diikuti oleh ratusan hingga ribuan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pimpinan dayah, guru dan santri, jamaah Syiar Muhibbah Subuh (SMS), organisasi Front Persaudaraan Islam (FPI), hingga komunitas masyarakat sipil yang memiliki kepedulian terhadap isu kemanusiaan global.
Menurutnya, aksi ini merupakan respons moral atas situasi kemanusiaan yang dinilai semakin memprihatinkan, khususnya yang dialami oleh rakyat Palestina dan Iran di tengah dinamika konflik geopolitik internasional.
“Aksi ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral kita sebagai bagian dari masyarakat dunia. Ini bukan sekadar gerakan lokal, tetapi bagian dari suara global yang menuntut keadilan, penghentian kekerasan, serta perlindungan terhadap warga sipil,” ujar Sulaiman Daud, dalam keterangannya kepada aspost.id, Ahad (19/4).
Ia menegaskan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara damai, tertib, dan mengedepankan nilai-nilai keislaman serta kemanusiaan universal. Rangkaian kegiatan direncanakan meliputi orasi kemanusiaan, doa bersama, pernyataan sikap yang akan disampaikan kepada publik serta pawai mengelilingi Kota Lhokseumawe.
Lebih lanjut, FP-IP juga mengajak seluruh masyarakat Aceh, khususnya di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara, untuk berpartisipasi aktif sebagai bentuk solidaritas lintas batas terhadap Bangsa Palestina dan Iran.
“Aceh memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak mengenal batas geografis,” tambahnya.
Aksi ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol dukungan moral, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya perdamaian dunia, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta peran masyarakat sipil dalam mendorong solusi damai atas konflik internasional.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah konsolidasi berbagai elemen umat untuk memperkuat persatuan dan solidaritas dalam menyikapi isu-isu global yang berdampak luas terhadap stabilitas kemanusiaan.
Dengan eskalasi konflik yang terus menjadi perhatian dunia, suara dari daerah seperti Aceh dinilai penting sebagai bagian dari tekanan moral global yang menginginkan terciptanya perdamaian berkelanjutan.(asp)

