ASPOST.ID- Pagi itu, langit di Gampong Tutong, Kecamatan Matangkuli, terasa lebih teduh dari biasanya. Di sudut kampung yang selama bertahun-tahun menyimpan cerita getir, sebuah rumah sederhana berdiri kokoh menjadi simbol berakhirnya penantian panjang seorang lelaki renta bernama M. Yusuf R (73).

Peresmian dan Peusijuek rumah dhuafa tersebut dipimpin langsung Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, S.Sos., M.M.D.S., Rabu (18/2/2026).

Momentum itu bukan sekadar seremoni serah terima kunci, melainkan babak baru kehidupan bagi keluarga yang hampir sembilan tahun bertahan di bangunan bekas Pos Brimob yang lapuk dimakan waktu.

Di tempat yang dulu bocor saat hujan dan menyengat kala siang, Pak Yusuf membesarkan enam anaknya bersama sang istri. Dinding reyot dan atap rapuh menjadi saksi ketabahan mereka. Kini, ruang-ruang layak huni menggantikan kecemasan yang dulu datang setiap musim hujan tiba.

Dalam sambutannya, Dandim 0103/Aceh Utara menegaskan bahwa program Rumah Dhuafa merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat kurang mampu.

“Rumah ini bukan hanya tempat berteduh, tetapi fondasi untuk hidup yang lebih sehat, aman, dan bermartabat,” ujarnya di hadapan aparat kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga yang turut menyaksikan momen haru tersebut.

Kegiatan ini juga dihadiri Danramil 15/Matangkuli Kapten Inf Mhd Saibani, unsur Muspika Matangkuli, Geuchik Desa Tutong, serta sejumlah pihak swasta dan komunitas sosial yang berkolaborasi dalam mewujudkan bantuan tersebut.

Dandim menyampaikan apresiasi kepada PT. SAS dan Eliazer yang melengkapi perabot rumah tangga, serta komunitas Jum’at Barokah Lhokseumawe yang membantu pengadaan mesin pompa air.

Ia juga memberi penghargaan khusus kepada Danramil 15/Matangkuli beserta jajaran Koramil yang bekerja sejak tahap awal pembangunan hingga rumah tersebut siap ditempati.
Di tengah prosesi peusijuk, tangis Yusuf pecah. Dengan suara bergetar ia menyampaikan syukur yang sulit dirangkai dengan kata-kata.

“Saya tidak pernah membayangkan bisa punya rumah seperti ini. Terima kasih atas perhatian dan bantuan semua pihak,” tuturnya lirih.

Peresmian itu menegaskan satu hal, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan konkret.

Di Gampong Tutong, rumah sederhana itu kini bukan hanya bangunan fisik, melainkan simbol bahwa negara hadir hingga ke pelosok, menyapa mereka yang nyaris luput dari perhatian.

Bagi Yusuf dan keluarga, hari itu menjadi penanda bahwa harapan betapapun lama tertunda selalu menemukan jalannya pulang. (asp)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version