asd
Beranda Daerah Ternyata, Komite Mualimin Aceh di Bawah Tgk Ni Tanpa Legalitas

Ternyata, Komite Mualimin Aceh di Bawah Tgk Ni Tanpa Legalitas

ASPOST.ID- Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Muzakir Manaf akan melakukan evaluasi terhahadap pimpinan Komite Mualimin Aceh (KMA) di bawah pimpinan Tengku Zulkarnaini Bin Hamzah akrab disapa Tengku Ni.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua KPA Pusat, Kamaruddin Abubakar atau yang akrab disapa Abu Razak.

“Saya sudah berkoordiasi dengan Mualem, jadi dalam waktu dekat ini sudah ada pimpinan baru, kebetulan Mualem hari ini sudah berangkat ke Jakarta,” sebut Abu Razak kepada media ini Jumat (18/3/2022) di Banda Aceh.

Ia menegaskan kepengurusan Mualimin di bawah pimpinan Tengku Ni tidak ada legalitas atau Surat Keputusan (SK) yang ditanda tangani Mualem dan Wali Nanggroe Malek Mahmud.

“Orang itu tidak ada SK, SK itu harus ditandatangani Mualem dan diwakili Wali Nanggroe,” kata Abu Razak.

Sebelumnya memang Lembaga Mualimin sudah menggelar musyawarah di Lhokseumawe, tetapi mereka hanya menunjukkan Tengku Ni sebagai ketua, sementara laporannya tidak disampaikan ke KPA sehingga tidak ada pengesahan pengurus secara formal yang ditandatangani Mualem.

“Mungkin mereka menganggap Lembaga Muallimin ini setingkat dengan Mualem (KPA). Padahal dalam aturannya salah, tapi hari ini yang tertinggi tetap Wali, kemudian Mualem selaku Ketua KPA, wakil dan jajarannya,” jelas Abu Razak yang juga Sekjen Partai Aceh.

Itu sebabnya KPA akan membahas kembali terkait masalah ini, bisa jadi kita bentuk kepengurusan baru.

“Nah, kalau ada orang yang tidak percaya sama kami, kenapa kam8 harus pecaya sama dia, dan perlu diketahui sejak awal damai 2005, kami masih berada di rel perjuangan,” ungkapnya, seperti dilansir modusaceh.

Sekedar mengulang, Eks Tripoli Gerakan Aceh Merdeka (GAM) jebolan Libya yang tergabung dalam Komite Muallimin Atjeh (KMA) menyatakan sikap tak percaya terhadap kepemimpinan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Muzakkir Manaf dan wakilnya Kamaruddin Abubakar.

Pasalnya, Muazakir Manaf dan Kamaruddin Abubakar dinilai gagal dalam menjalankan roda organisasi selama proses perdamaian di Helsinki Filandia tahun 2005 hingga 2022.

Hal itu disampaikan Muhammad Ridwan alias Raja Wan saat membacakan surat pernyataan sikap tak percaya dalam pertemuan eks GAM Tripoly di Kantor PA Wilayah Pidie, Kamis (17/3/2022). Pertemuan itu dipimpin oleh Ketua Mu’alimin Pusat Tgk H. Zulkarnaini Bin Hamzah alias Tgk Ni. (modusaceh/aspost)

advertising

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here