ASPOST.ID- Anggota DPRK Aceh Utara dari Fraksi Partai Aceh, Razali Juned atau yang akrab disapa Tgk Jeunib, turun langsung ke lapangan untuk memantau dan mendampingi warga terdampak banjir di Kecamatan Tanah Jambo Aye serta sejumlah kecamatan lain di Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh Utara VI.
Tak hanya melakukan pemantauan, Tgk Jeunib juga bergabung langsung di Posko Utama Penanganan Banjir Kecamatan Tanah Jambo Aye, terlibat aktif dalam penyaluran bantuan logistik kepada warga yang terpaksa mengungsi akibat luapan banjir yang menghancurkan rumah mereka pada 26 November lalu.
Kehadiran legislator tersebut mendapat apresiasi dari relawan dan petugas posko. Mereka menilai langkah Tgk Jeunib sebagai wujud kepedulian nyata wakil rakyat terhadap masyarakat yang tengah menghadapi bencana.

“Luar biasa, anggota DPRK Aceh Utara Tgk Jeunib dari Panton Labu mau bergabung langsung dengan Posko Kecamatan Tanah Jambo Aye, bahkan setiap hari turun ke lapangan membantu masyarakat,” ujar sejumlah anggota Posko Penanganan Banjir, Selasa (23/12).
Tgk Jeunib yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi V DPRK Aceh Utara menegaskan bahwa keterlibatannya bukanlah bentuk pencitraan, melainkan tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat.
“Ini bukan pencitraan, tapi kerja nyata untuk masyarakat. Apalagi saya sendiri juga termasuk korban banjir pada 26 November lalu,” ujar Tgk Jeunib kepada aspost.id, Selasa (23/12).
Menurutnya, kehadiran pemimpin dan wakil rakyat di tengah masyarakat saat bencana adalah sebuah keharusan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat guna mempercepat penanganan dampak banjir serta pemulihan pascabencana.
Selain mengawal distribusi bantuan agar tepat sasaran, politisi Partai Aceh ini juga mendorong perhatian lebih serius dari pemerintah daerah dan pihak terkait terhadap kebutuhan mendesak para pengungsi.
Tak hanya fokus pada bantuan fisik, Tgk Jeunib turut terlibat dalam kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir. Ia berinteraksi langsung, menghibur, serta memberikan pemahaman sederhana tentang trauma dalam bahasa Aceh agar mudah dipahami anak-anak.

Dalam kegiatan tersebut, Tgk Jeunib mengajak anak-anak untuk berani berbicara. Seorang anak perempuan yang memberanikan diri menjawab pertanyaan tentang trauma healing, meski jawabannya belum sempurna, tetap diberikan apresiasi berupa hadiah uang tunai sebesar Rp100 ribu.
“Kita ingin melihat keberanian anak-anak korban banjir, agar mereka tidak terus larut dalam trauma akibat musibah yang dialami,” jelasnya.
Langkah ini dinilai sebagai pendekatan kemanusiaan yang penting, khususnya bagi anak-anak, agar pemulihan psikologis pascabencana dapat berjalan seiring dengan pemulihan fisik dan sosial masyarakat.(asp)
