ASPOST.ID-Pemerintah Kota Lhokseumawe mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir, terkait potensi banjir pesisir atau banjir rob yang diperkirakan terjadi pada pertengahan Juni 2026.
Imbauan tersebut disampaikan berdasarkan informasi resmi dari BMKG Maritim yang menyebutkan adanya peningkatan ketinggian muka air laut akibat fenomena fase perigee dan bulan purnama yang berpotensi memicu banjir rob di sejumlah kawasan pesisir.
Pemerintah Kota Lhokseumawe mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan genangan air laut yang dapat mengganggu aktivitas warga serta berdampak pada permukiman dan fasilitas umum di daerah pesisir.
Berdasarkan informasi yang diterima, periode potensi banjir rob diperkirakan berlangsung pada 11 hingga 18 Juni 2026, dengan wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi kawasan pesisir Kota Lhokseumawe, terutama di Kecamatan Banda Sakti, Muara Satu, dan Blang Mangat.
Pemko Lhokseumawe bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta instansi terkait.
Selain itu, warga juga diminta untuk tidak membuang sampah ke saluran drainase, sungai, maupun laut guna menghindari penyumbatan yang dapat memperparah dampak banjir.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana, mengamankan dokumen dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi, serta segera melakukan evakuasi apabila kondisi air laut mulai meningkat dan mengancam keselamatan.
Warga juga diimbau mematikan aliran listrik utama saat terjadi genangan untuk menghindari risiko korsleting dan melaporkan kondisi darurat kepada aparat maupun posko penanganan bencana terdekat.
Plt Kepala BPBD Kota Lhokseumawe menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh banjir rob.
“Peringatan dini ini diharapkan menjadi perhatian bersama agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipatif sejak dini. Keselamatan warga merupakan prioritas utama,” demikian imbauan yang disampaikan Pemerintah Kota Lhokseumawe.
Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, perangkat gampong, dan relawan kebencanaan untuk memperkuat koordinasi serta meningkatkan kewaspadaan selama periode potensi banjir rob berlangsung guna mengurangi risiko kerugian dan menjaga keselamatan warga.(asp)


