ASPOST.ID- Korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Utara mulai menghadapi ancaman penyakit akibat kondisi lingkungan pasca bencana. Tim Mobile Clinic Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menemukan berbagai kasus penyakit saat memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat terdampak di sejumlah wilayah Provinsi Aceh.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, penyakit yang paling banyak diderita warga adalah dermatofitosis dan penyakit kulit lainnya. Selain itu, tim medis juga mencatat tingginya kasus gangguan neuromuskuloskeletal, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan saluran cerna (gastrointestinal), serta hipertensi.
Penyakit-penyakit tersebut diduga kuat dipicu oleh buruknya kondisi sanitasi, lingkungan yang lembap pasca banjir, keterbatasan akses layanan kesehatan, serta menurunnya kualitas kebersihan air dan tempat tinggal.
Pada Senin (29/12)lalu, tim MER-C menggelar layanan mobile clinic di Desa Rawang Itiek, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Kehadiran layanan kesehatan darurat ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Sebanyak 218 warga tercatat menerima pemeriksaan kesehatan dan pengobatan langsung di lokasi.
Layanan tersebut dijalankan oleh tim relawan medis MER-C yang terdiri dari tiga tenaga kesehatan, yakni dr. Nurul Gina Fadlillah, dr. Dita Ayu Dewi Laras Sati, serta perawat Bustomi. Selain melakukan pemeriksaan dan pengobatan, tim juga memberikan edukasi kesehatan kepada warga guna mencegah komplikasi penyakit di tengah situasi darurat pascabencana.
MER-C menegaskan komitmennya untuk terus menjangkau wilayah-wilayah terdampak bencana di Aceh. Upaya ini merupakan bagian dari respons cepat kemanusiaan sekaligus bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan medis segera.(asp)

